Lapas Tasikmalaya Gelar Pelatihan Barista, Bentuk Kemandirian Warga Binaan

Lapas Tasikmalaya Gelar Pelatihan Barista, Bentuk Kemandirian Warga Binaan

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya kerja sama dengan LKP Akpar Nusantara Tasikmalaya saat melaksanakan pelatihan Barista terhadap warga binaan.-iman s rahman-radartasik.disway.id

TASIKMALAYA, RADARRADSIK.COM – Pembinaan kemandirian warga binaan di lembaga pemasyarakatan bersertifikat di bidang  pelatihan barista, dilangsungkan berkat kerja sama  antar  Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dengan LKP Akpar Nusantara Tasikmalaya.  

Kegiatan di Aula LP Kelas IIB Tasikmalaya ini dihadiri Ketua DPC Himpunan Lembaga Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI) Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi MA, Rabu 02 November lalu.

Kepala LP Kelas II B Tasikmalaya  Davy Bartian Bc IP S S Sos MM menjelaskan, pembinaan ini sebagai salah satu bentuk mengasah kemandirian warga binaan

"Kemandirian itu dibutuhkan bekal latihan kerja kepada mereka atau life skills. Kami dalam kegiatan ini bekerjasama dengan LKP Akpar Nusantara," paparnya.

BACA JUGA:Pemerintah Naikkan Tarif Cukai Tembakau Sebesar 10 Persen, Harga Rokok Bakal Melambung, Segini Perkiraannya...

Pilihan kegiatan pelatihan barista atau ilmu meracik kopi kepada warga binaan ini agar mereka kelak setelah tuntas menjalani masa hukuman punya keterampilan khusus. 

Dengan begitu, kemandirian warga binaan bisa dipraktikkan saat mereka bebas. "Kegiatan ini juga kita laksanakan selama 10 hari," sebutnya.

Davy berharap, semua warga binaan saat kembali ke lingkungan masyarakat bisa memanfaatkan nutrisi ilmu serta keterampilannya.

Terlebih, apa yang mereka pelajari selama pelatihan ini mendapatkan sertifikat, sebagai bekal menambah rasa percaya diri jika kelak mencari kerja.

BACA JUGA:Pemkot Tasik Sukses Bina Kelurahan Sadar Hukum, Sekda Ivan: Motivasi Pemenuhan HAM di Daerah

"Kebetulan sekarang lagi banyak menjamur kedai kopi  dimana-mana. Baik di Tasikmalaya atau luar daerah. Ini menjadi peluang usaha bagi masyarakat," ulasnya.

Dalam pelatihan barista ini tercatat 20 warga binaan. Peserta yang mengikuti kelas ilmu meracik kopi merupkan warga binaan yang tidak lama lagi menghirup udara bebas.

"Mereka bisa usaha mandiri atau ikut kerja di kedai kopi atau dunia usaha,” ucapnya.

Sementara Ketua Lembaga  Kursus dan Pelatihan (LKP) Akpar Nusantara  Kota Tasikmalaya Wulan Sri Maulani MM menyampaikan, kerja sama ini merupakan kali pertamanya dilakukan dengan Lapas Kelas II B Tasikmalaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: