Tegas! Pesan Luhut Panjaitan Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J: Jangan Ragu-ragu, Cabut Sampai Akarnya

Tegas! Pesan Luhut Panjaitan Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J: Jangan Ragu-ragu, Cabut Sampai Akarnya

Berdasarkan bocoran data dari Hacker Bjorka, Menko Marves sekaligus Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan nelum melakukan vaksin booster. foto: ist--

JAKARTA,RADARTASIK.COM - Kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ternyata ikut menjadi perhatian Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

Selaku salah seorang pejabat yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Luhut meminta agar kasus pembunuhan yang menghebohkan publik tersebut diusut hingga tuntas. Tak peduli siapapun beking di belakang Ferdy Sambo.

 

Oleh karena itu Luhut mendorong agar Polri tidak ragu-ragu menuntaskan kasus yang mencoreng citra korps bhayangkara tersebut.

 

BACA JUGA:Waduh, Istri Ferdy Sambo Batal Diperiksa Komnas HAM Hari Ini, Alasannya…

BACA JUGA:Sambo Sebut Istrinya Dilecehkan di Magelang, Kamaruddin Simanjuntak: Itu Ndak Masuk Akal, Anak SD Saja Tau 

“Saya minta kepada Kabareskrim Komjen Agus jangan ragu-ragu,” ujar Luhut Panjaitan dalam sebuah video dan ditayangkan melalui Kompas TV.

“Saya ndak ada urusan siapa dia, ndak ada urusan beking-beking. Pokoknya sampai ke akar-akarnya kita cabut nanti Mas Agus,” kata Luhut lagi.

 

Hingga Jumat, 12 Agustus 2022, tim khusus Polri sudah menetapkan 4 tersangka terkiat pembunuhan Brigadir J.  Mereka adalah mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR, dan Kuat Maruf.

 

Permintaan Luhut agar polisi mengusut tuntas kasus pemnbunuhan terhadap Brigadir J mendapat dukungan penggiat media sosial, Umar Hasibuan. Pria yang akrab disapa Gus Umar itu mengungkapkan dukungannya melalui cuitan di akun media sosial twitter @UmarHasibuan77.

 

 BACA JUGA:Benarkah Istri Irjen Sambo Janjikan Uang Tutup Mulut Buat Bharada E? Deolipa Yumara: Begitu Curhatnya Richard

BACA JUGA:Bareskrim Benarkan Bharada E Cabut Kuasa dari Deolipa Yumara Cs, Ini Dia Penggantinya

Sama dengan Luhut, Gus Umar meminta kasus tersebut akan dituntaskan sampai ke akar-akarnya. “Opung sudah perintah ke Bareskrim untuk mengusut sampai ke akar-akarnya. Sikat semua yang terlibat ataupun yang kasih keterangan palsu,” ujar @UmarHasibuan77 seperti yang dilansir pojoksatu.id.

Di sisi lain Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti ikut memberikan tanggapan soal kasus kematian Brigadir Nofpriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

 

Susi Pudjiastuti memberikan tanggapannya terkait dengan Bareskrim Polri yang masih enggan mengungkap motif asli dari pembunuan Brigadir J.

 

Dimana alasana untuk menjaga perasaaan dua pihak baik dari pihak Brigadir J maupun Irjen Ferdy Sambo.

 

BACA JUGA:Satgas Anti Rentenir Bandung Himpun Aduan Korban, Rata-Rata Terjerat karena Butuh Modal Usaha  

Melihat hal itu, Susi Pudjiastuti langsung memberikan tanda tanya besar terhadap alasan Bareskrim Polri yang tidak ingin membongkar motif pembunuhan Brigadir J ke publik.

Bahkan pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu sama sekali tidak memberikan satu kata pun dalam komentarnya menanggapi pernyataan Kabareskrim Polri.

 

"??????????????????????????," begitu respons Susi Pudjiastuti, sebagaimana dikutip Disway.id dari akun Twitter @susipudjiastuti pada Jumat, 12 Agustus 2022.

 

Di sisi lain, lewat kuasa hukumnya, Arman Hanis, eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo membuat pernyataan soal motif pembunuhan Brigadir J.

 

BACA JUGA:Indonesia Ada di Urutan 2, Negara yang Warganya Paling Malas Jalan Kaki 

Dalam surat terbukanya, Ferdy Sambo mengaku khilaf atas perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang anggota polri di bawah arahannya sendiri.

Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat tewas di hadapannya sendiri setelah melakukan perencanaan pembunuhan.

 

Ferdy Sambo memerintah Bharada E, Bripka RR dan seorang tersang berinisia KM untuk mengeksekusi Brigadir J di rumah dinas miliknya di Duren Tiga, Jakarta Selatan 8 Juli 2022 lalu.

 

BACA JUGA:Kota-Kota Termacet di Dunia, Berikut Daftarnya 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Polri tak langsung memaparkan bagaimana motif Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Hal ini yang membuat publik bertanya-tanya apa alasan Ferdy Sambo tega menghabisi nyawa orang lain dengan cara sadis.

 

Belakangan dalam keterangan resminya Kamis malam, 11 Agustus 2022, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa motif Ferdy Sambo tega membunuh Brigadir J karena korban diduga mencoreng harta dan martabat keluarganya.

 

Kepada kuasa hukumnya, Ferdy Sambo pun membuat pernyataan yang berisikan kekhilafan, permohonan maaf kepada institusi Polri, khususnya kepada Kapolri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pojoksatu