Perang dengan Pejuang Hamas Makin Panas, Setengah Juta Warga Israel Kabur

Perang dengan Pejuang Hamas Makin Panas, Setengah Juta Warga Israel Kabur

Ilustrasi perang antara pejuang Hamas melawan Israel-Tangkapan Layar X-

RADARTASIK.COM - setengah juta warga Israel kabur dari rumah mereka karena perang dengan pejuang Hamas makin panas menurut juru bicara militer.

Setengah juta warga Israel tersebut dievakuasi dari wilayah selatan kota Jalur Gaza, dan 20 pemukiman di dekat perbatasan dengan Lebanon.

“Hampir setengah juta warga Israel telah mengungsi dari rumah mereka sejak serangan yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober,” kata Yonatan Conricus, juru bicara militer Israel untuk media asing kepada Surat kabar Yedioth Ahronoth, dikutip dari Al-Quds Al-Arabi.

Kedatangan setengah juta warga Israel yang mengungsi itu membuat setengah dari kamar hotel digunakan untuk menampung keluarga yang dievakuasi dari komunitas dekat Jalur Gaza.

BACA JUGA:Hai Tasik Jadi Salah Satu Kado Istimewa Hari Jadi ke-22 Kota Tasikmalaya Selain Turunnya Angka Kemiskinan

“Israel memiliki 56.000 kamar hotel, dan 28.000 kamar disediakan untuk para pengungsi, dan negara yang menanggung biayanya,” ucap Yael Daniel yang menjabat sebagai CEO Ketua Asosiasi Hotel Israel.

Surat kabar Jerusalem Post melaporkan saat ini sebuah komite parlemen sedang membahas kompensasi bagi penduduk yang terkena dampak perang.

Bahkan, dalam waktu dekat 27.000 warga Israel lagi diperkirakan akan datang dari kota-kota perbatasan dekat Lebanon.

Sementara itu, dalam sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika menginginkan pemerintah AS untuk membantu warga Gaza melarikan diri dari kekerasan yang tengah berlangsung di wilayah tersebut. 

BACA JUGA:Hamas Berjanji Akan Bebaskan Warga Israel yang Ditawan dan Perlakukan Mereka Sebagai Tamu

Survei ini menunjukkan bahwa 78% dari responden setuju dengan pernyataan, "Diplomat Amerika harus secara aktif menyusun rencana yang memungkinkan warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran di Gaza untuk pindah ke negara yang aman," sementara 22% lainnya tidak setuju.

Sebanyak 94% responden dari Partai Demokrat mengatakan mereka mendukung pernyataan tersebut, dibandingkan dengan masing-masing 71% dan 73% yang mendukungnya dari Partai Republik dan kalangan Independen.

Dukungan terhadap Israel secara umum tetap tinggi di kalangan warga Amerika, dengan 41% menyatakan bahwa pemerintah AS harus mendukung Israel dalam konflik tersebut. 

Namun, lebih banyak orang Amerika percaya bahwa AS harus bertindak sebagai mediator netral atau tidak terlibat sama sekali. Jika digabungkan, kedua opsi netral ini didukung oleh 48% dari responden, dengan 27% mendukung peran mediator netral dan 21% mendukung ketidakterlibatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: