Kandasnya Kisah Cinta Bule Amerika dan Gadis Kota Banjar, Ini Kata Ketua STISIP Bina Putera Banjar

Kandasnya Kisah Cinta Bule Amerika dan Gadis Kota Banjar, Ini Kata Ketua STISIP Bina Putera Banjar

Ketua STISIP Bina Putera Banjar, Tina Cahya Mulyatin SIP MSi.-Foto:istimewa-

BACA JUGA:Kisah Cinta Bule Amerika Menikahi Gadis Kota Banjar, Berteman dengan Adiknya Menikah dengan Kakaknya

Tina mencontohkan komunikasi antara sku Sunda dan suku Batak dimana terdapat perbedaan. Ketika orang Batak dengan nada yang tinggi seolah menyentak. Padahal komunikasi orang Batak seperti itu nadanya tinggi, berbeda dengan orang Sunda dengan lembut hak itu karena latar belakang dan kebiasan yang berbeda. 

Maka harus dikembalikan lagi ke individunya, dan pihak keluarga juga bisa menerima perbedaan yang dimilikii sang bule Amerika. 

Dia menilai dari peristiwa tersebut, pihak keluarganya merasa tidak ada kecocokan, baik antara bule Amerika dengan sang istri. 

Karena tidak ada kecocokan baik dari kesepakatan antar suami istri ternyata terjadi salah paham, mendapati bukti pemberian ke orang tua hal menjadi pemicu pertengkaran dan perdebatan antar keluarga.

BACA JUGA:Bule Amerika Pembunuh Mertua di Kota Banjar Punya 2 Rumah, Satu Sempat Dipasangi Tali Agar Tidak Dimasuki Warg 

"Maka perlu adanya adaptasi, dalam menekan pertengkaran dan perdebatan dengan pihak keluarga," katanya. 

Fenomena sosial tersebut harus menjadi perhatian bersama dan hati-hati terhadap orang-orang luar, bukan orang asing saja tapi orang-orang di luar lingkungan.

Pada akhirnya akan berpikiran orang bule semuanya sama, akan tetapi tidak semua bule seperti itu melainkan tergantung latar belakangnya. 

Dampak sosialnya memang ada dan ternyata tidak semudah itu untuk mengenal dan untuk bisa menjalin hubungan dengan orang asing atau luar negeri.

BACA JUGA:Bule Amerika Dapat Kiriman Uang, Pilih Menetap di Kota Banjar

Namun masing-masing dari satu pihak harus bisa mengerti dan mencoba memahami. Misalkan bule Amerika orang harus menyesuaikan dengan tempat tinggalnya saat ini. 

"Intinya harus belajar saling memahami dan mengerti. Minimal ada usaha, kalau tidak ada usaha ya percuma," ujarnya. 

Misalkan istrinya mencoba memaklumi dan memahami suaminya, karena latar belakang yang berbeda tentu perlu usaha yang tidak instan. 

Jika kedua-duanya bisa maka harus take and give-nya jangan sampai memaksakan kehendak satu sama lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: