Tetap Ardern

Tetap Ardern

--

Selama lockdown Covid itu Ardern tetap mengendalikan negara dari rumah. Juga tetap merawat bayi. Sekaligus harus tetap menyemangati bangsanyi. 

Maka dia membuka Instagram live. Terlihat dia sedang menjawab pertanyaan dari rakyat sambil menidurkan bayi. Adegan itu sangat mengguncang dunia. Terutama para wanita. Itulah tantangan seorang pemimpin wanita. Yang harus lebih hebat dari pemimpin pria.

Yang juga tidak terduga adalah penembakan membabi buta di masjid besar itu. Yang menewaskan lebih dari 45 orang yang lagi salat Jumat. Ardern bisa mengendalikan keadaan kritis saat itu. Dia pun terlihat sering tampil mengenakan kerudung muslimah.

Ardern sendiri awalnya beragama Mormon. Yakni aliran dalam Kristen yang melarang makan babi dan memperbolehkan poligami. Tapi belakangan Ardern keluar dari Mormon. Dia pilih tidak beragama. "Saya tidak bisa lagi ikut dalam agama yang terorganisasi," katanyi.

Status kumpul kebo sendiri memang tidak masalah di dunia politik di sana. Ardern sudah berpasangan dengan Clark sejak lama: tahun 2013. Jauh sebelum Ardern jadi anggota DPR dan kemudian menjadi perdana menteri.

Clark adalah seorang penyiar radio dan televisi. Juga seorang pengasuh acara memancing di televisi. Nama programnya: Fish of the Day.

Clark sering ikut Ardern bertugas ke luar negeri. Ia lebih banyak mengasuh anak ketika Ardern melakukan acara kenegaraan.

Anak itu diberi nama panjang: Neve Te Aroha Ardern Gayford. Neve diambil dari bahasa Irlandia. Artinya: cemerlang. Te Aroha dari bahasa suku Maori. Artinya: cinta. Ardern nama ibunyi. Gayford nama bapaknyi.

Ardern dari keluarga politikus. Sejak umur 17 pun dia sudah masuk partai: Partai Buruh. Tapi yang paling menonjol dari kepemimpinannyi adalah kesederhanaan dan cara berpikirnyi yang disukai rakyat di mana saja.

Banyak yang mengira Ardern akan jadi pemimpin negara yang amat lama. Sekaligus berharap bisa jadi inspirasi banyak wanita untuk jadi seperti dirinyi. Ternyata Ardern tetap Ardern. Dia punya pikiran sendiri. Punya sikap sendiri. Punya pilihan sendiri. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 21 Januari 2023: Nunut Besar

Er Gham

Setelah membidik dan menahan napas, agar ujung laras tidak bergoyang, kunci terakhirnya memang saat menarik picu. Harus sehalus mungkin, sangat perlahan, sampaj kita tidak tahu kapan detik letusannya. Kita tidak tahu di detik berapa letusan terjadi saat pucu ditarik. Walau sudah menahan napas dan membidik tepat, namun jika picu ditarik dengan keras, ujung laras akan bergesar. Betul kata Pak Farid, sampai kita terkaget mendengar suara letusan saat picu ditarik. Tapi suara itu bisa menghilangkan semua stress dan pikiran di kepala. Napas, bidik, dan tekan picu dengan sangat halus itu membuat kita seperti 'hidup hanya pada saat ini'. Walau cuma diberi kuota 10 peluru, sekitar 30 menit, tapi lumayan menyegarkan, karena seperti berhenti berpikir. Fokus hanya kokang, bidik, tahan napas, dan tarik picu sangat halus. Door. 

yanto st

Menembak itu yg paling susah menembak cewek yg pertama setiap ketemu jantung rasanya dak Dig Duk tapi kalau gak di tembak jadi pikiran lewat depan rumahnya saja udah dak dik duk . Jadi menembak cewek proses menekan pelatuk butuh waktu berbulan bulan bahkan bisa bertahun-tahun. Kkkkkkk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: