Warga Kampung Cibuyut Buat Pagar dari Sampah Botol Bersama Bank Sampah Cikal

Warga Kampung Cibuyut Buat Pagar dari Sampah Botol Bersama Bank Sampah Cikal

Pagar rumah yang terbuat dari sampah botol plastik di Bank Sampah Cikal.-Foto: ujang nandar/radartasik.disway.id-

KOTA TASIK, RADARTASIK.COM - Warga Kampung Cibuyut RT 01 RW 01 Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya menyulap sampah botol menjadi pagar. Pembuatan pagar dari sampah botol ini diinisiasi oleh Bank sampah Cikal.

Bank Sampah Cikal dipimpin oleh Direktur Yuyu Wahyudin dengan struktur organisasi Manajer Umum Yudi, Manajer Produksi Saeful Alim, Manajer Keuangan Dini Hamdani, Tata Usaha dan Penyuluhan Riki Taopik, Divisi Pemilahan dan Penyimpanan Odik Sodikin dan Teller Gugun Gunawan.

Yuyu menuturkan bank sampah yang dipimpinnya berdiri sejak bulan Agustus 2021. Pengelolaan bank sampah dilakukan oleh para pemuda dan warga di RW setempat.

Tujuan didirikannya bank sampah adalah untuk menjaga lingkungan dan mengurangi sampah dari setiap rumah.

BACA JUGA:Aromanya Menyengat, Ribuan Miras Dimusnahkan Satpol PP Kota Tasik Hasil Operasi di 10 Titik

"Hingga saat ini sudah ada 96 nasabah dalam satu RW walapun ada beberapa nasabah yang menabung dari luar ke RW-an," kata Yuyu.

Proses pemilahan sampah dari nasabah sudah mulai berjalan, walapun hanya pemisahan antara sampah organik dan anorganik. 

"Karena memang dalam hal tersebut menjadi hal tersulit dibiasakan ditengah-tengah masyarkat," tambah Yuyu.

Hingga saat ini untuk produksi sampah yang bernilai ekonomi atau yang ditabungkan oleh nasabah dalam satu bulannya sekitar 700 kilogram hingga 1 ton. "Walapun itu fluktuatif karena sampah itu kandang banyak kadang sedikit," ungkap dia.

BACA JUGA:Perbaikan Ruas Jalan di Perkotaan Jadi Prioritas Pemkab Garut

Yuyu menyampaikan bahwa yang terpenting, adalah edukasi dan perubaha perilaku masyarakat yang mau memilah sampah dari rumah. Pembentukan  bank sampah tidak berorientasi pada produksi atau jumlah menabung sampah yang banyak, tepati lebih pengurangan sampah dan juga kepedulian masyarakat terhadap sampah di lingkungan. 

"Jadi masyarkat itu lebih sadar terhadap kebersihan dari sampah, dari mulai memilah dan pembuangan pada tempatnya," kata dia.

Untuk inovasi, tambah Yuyu,  sudah berbagai inovasi yang dilakukan oleh Bank Sampah Cikal, mulai dari membuat pagar dari sampah botol air mineral, membuat pupuk organik yang saat ini dalam proses pengomposan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: