Mantap, Warga Binaan Lapas Banjar Diajari Jadi Barista, Hasil Kopi Racikan Disuguhkan kepada Pejabat

Mantap, Warga Binaan Lapas Banjar Diajari Jadi Barista, Hasil Kopi Racikan Disuguhkan kepada Pejabat

Warga binaan Lapas Banjar saat diajari jadi barista selanjutnya hasil racikan kopi disuguhkan kepada Wali Kota dan tamu undangan, Senin 20 Februari 2023.-Anto Sugiarto-radartasik.disway.id

BANJAR, RADARTASIK.COM – Inovasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar seolah tak ada habisnya. Selain di areal Lapas menghadirkan wisata edukasi, kini mulai menggelorakan wisata kuliner bagi pengunjung yang datang melalui Program Bari Wisata. 

Kalapas Banjar Muhammad Maulana mengatakan, Program Bari Wisata ini merupakan ngopi bareng Barista hasil pelatihan dan kerja sama antara LPK Lapas Banjar dengan BLK Kota Banjar. Dalam program ini warga binaan Lapas Banjar diajari jadi Barista, agar memiliki skill meracik kopi.

"Para warga binaan ini diberi pelatihan menjadi seorang Barista, dengan harapan ketika bebas dari sini (Lapas, red) bisa mandiri," katanya, Senin 20 Februari 2023. 

Warga binaan Lapas Banjar diajari jadi Barista merupakan peran dan kepedulian Lapas Banjar agar warga binaan setelah bebas bisa lebih baik lagi. Kelak mereka bisa mandiri seperti membuka usaha kedai kopi, atau bekerja di kedai kopi.

BACA JUGA:5 Perusahaan Buka Lowongan Kerja Baru Bulan Ini, Silakan Pilih Sesuai Persyaratan dan Kualifikasi 

Sebab pelatihan yang diberikan kepada warga binaan tak lain mengasah skill meracik kopi mulai manual brew hingga espresso based

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana mengapresiasi upaya Lapas Banjar yang telah membekali berbagai keterampilan terhadap warga binaan. 


Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat menyaksikan warga binaan Lapas Banjar yang menjadi barista tengah meracik kopi espresso based.-Anto Sugiarto-radartasik.disway.id

"Salah satunya mengikuti pelatihan Barista, sehingga setelah mereka bebas bisa langsung membuka lapangan pekerjaan," tandasnya. 

Hal tersebut merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah dengan Lapas Banjar, dengan membekali warga binaan. Setidaknya, ketika mereka selesai menjalani masa hukuman para warga binaan tidak menganggur.

BACA JUGA:Sukses Wujudkan One Day Service, Disdukcapil Kota Tasik Kejar Same Day Service 

Instruktur pelatihan Rahmat Nugraha menambahkan, warga binaan mengikuti pelatihan Barista selama 15 hari dan mereka sudah berfikir langkah yang bakal dilakukan ke depan. 

"Pelatihan yang kita berikan standar, mulai dari meracik kopi ala kedai hingga diajari membuat menu baru," tuturnya.

Pada teknik pelatihan, sambung dia, warga binaan mempraktikan ilmu meracik kopi mulai teori hingga praktik. Selanjutnya kopi hasil racikan diminum sendiri setelah mendapat penilaian dari instruktur. Setelah skill mumpuni, warga binaan juga mulai percaya diri dengan meracik kopi dan hasilnya disuguhkan kepada pejabat Kota Banjar.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: