BPBD Kabupaten Tasikmalaya Dirikan Tenda Pengungsian di Lokasi Pergerakan Tanah Cineam

BPBD Kabupaten Tasikmalaya Dirikan Tenda Pengungsian di Lokasi Pergerakan Tanah Cineam

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendirikan tenda pengungsian di Kampung Margamulya Desa Cikondang Kecamatan Cineam, Jumat 21 Februari 2025.-Ujang Nandar/Radartasik.com-

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mengambil langkah tanggap darurat dengan mendirikan tenda pengungsian di Kampung Margamulya Desa Cikondang Kecamatan Cineam.

Pendirian tenda ini disiapkan sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin menjelaskan fenomena pergerakan tanah di Kecamatan Cineam terus berlangsung secara perlahan dan menyebabkan kerusakan semakin meluas.

Dampaknya terlihat pada munculnya retakan yang semakin besar di beberapa bangunan serta bahu jalan di sekitar lokasi bencana.

BACA JUGA: Review Realme C75X: Ponsel Tangguh dengan Layar 120Hz dan Baterai 5.600mAh

BACA JUGA: Mulai Hari Ini, KAI Buka Pemesanan Tiket KA Tambahan Lebaran, Ayo War Tiket Lagi

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah mendirikan tenda darurat pada Jumat 21 Februari 2025.

Selain itu, tim BPBD juga melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna meninjau kondisi wilayah terdampak dan menganalisis penyebab utama pergerakan tanah.

Berdasarkan hasil verifikasi tim di lapangan, pergerakan tanah ini dipicu oleh kemiringan lahan yang cukup tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal.

Curah hujan yang tinggi semakin memperburuk kondisi tanah, sehingga membuatnya semakin tidak stabil dan rentan mengalami pergeseran.

BACA JUGA: Jadi Korban Medsos, Remaja Putri Asal Tasikmalaya Tersesat di Sumatera Utara, Begini Kronologis Kejadiannya

BACA JUGA: Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Soroti Penguatan Wawasan Kelokalan dalam Pendidikan di Kota Tasikmalaya

Hingga saat ini, retakan di area terdampak masih terus berkembang. Pergerakan tanah tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada bahu jalan serta merusak 23 rumah warga.

Akibat kondisi ini, dua kepala keluarga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko yang lebih besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait