Siswa SDN Sinagar Cikatomas Tasikmalaya Belajar di Bangunan Darurat, Terbuat dari Kayu dan Bilah-bilah Bambu

Siswa SDN Sinagar Cikatomas Tasikmalaya Belajar di Bangunan Darurat, Terbuat dari Kayu dan Bilah-bilah Bambu

Warga tengah membangun ruang kelas darurat untuk siswa SDN Sinagar Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 08 Oktober 2022. -Istimewa-radartasik.disway.id

TASIKMALAYA, RADARTASI.COM - Keprihatian kini melanda siswa SDN Sinagar, Desa Sindangasih Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya yang harus belajar di bangunan darurat terbuat dari kayu dan bilah-bilah Bambu. 

Hal ini merupakan inisiatif warga sekitar, setelah dua ruangan kelas di SDN tersebut ambruk dan belum kunjung diperbaiki.

Dari keterangan pihak sekolah, dua ruangan kelas untuk siswa SDN Sinagar, tidak bisa dipergunakan akibat ambruk pada 2018 silam.

Bangunan ruang kelas yang dibuat ini sepintas mirip kandang ayam. Sebab bangunannya hanya terbuat dari kayu dan bilah-bilah bambu.

BACA JUGA:876 Ruang Kelas SDN Rusak, Disdik Tasikmalaya Lakukan Pendataan Ulang Sekolah 

Kepala Desa Sindangasih, Tedi Ruslan mengatakan, upaya pembangunan ruang kelas untuk siswa SDN Sinagar oleh warga ini merupakan bentuk simpati warga bersama orang tua siswa. 

Pihak desa merasa khawatir, sehingga turut mendukung pembangunan ruang kelas darurat tersebut. 


Bangunan ruang kelas darurat untuk siswa SDN Sinagar Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 08 Oktober 2022. -Istimewa-radartasik.disway.id

"Proses belajar mengajar untuk mencapai siswa yang pintar tidak akan tercapai, jika para siswa dan guru tidak ada ketenangan dan ketentraman dalam proses belajar mengajar. Karena dihantui kehawatiran bangunan yang dipakai itu ambruk," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 10 Oktober 2022.

Ketika sedang belajar di kelas dan turun hujan, maka bukan hanya orang tua siswa yang sangat khawatir akan anak-anak mereka.

BACA JUGA:111 Anggota Polres Tasikmalaya Ikut Tes Psikologi, Syarat Pegang dan Gunakan Senjata Api

Demikian juga para pengajar, merasa risau dan tidak aman untuk melakukan prose belajar mengajar. 

Sehingga tak heran jika para siswa akhirnya dipulangkan lebih cepat.  "Atas kehawatiran tersebut, maka orang tua murid siswa SDN Sinagar dan masyarakat mengadakan musyawarah di kantor desa dan berinisiatif membangun kelas darurat dari bambu dan kayu. Saat ini baru berdiri 3 ruang kelas yang siap dipergunakan," kata dia.

Dikatakan dia, apabila ada fasilitas lain, tentunya para siswa tidak akan belajar di ruang kelas yang kini nyaris ambruk. Atau warga pun tidak akan membangun ruang kelas yang super darurat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: