Universitas Siliwangi Latih Masyarakat Mengolah Sabut Kelapa Agar Memiliki Nilai Ekonimis

Universitas Siliwangi Latih Masyarakat Mengolah Sabut Kelapa Agar Memiliki Nilai Ekonimis

Masyarakat Tamansari saat mengikuti pelatihan mengolah sabut kelapa yang diselenggarakan oleh Universitas Siliwangi.-Foto:tangkapanlayar/e-paperradartasikmalaya-

KOTA TASIK, RADARTASIK.COM - Tim Pengabdian bagi Masyarakat-Ketahanan Pangan (PbM-KP) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya memberikan pelatihan dalam pemanfaatan cangkang atau sabut kelapa menjadi briket arang dan asap cair.

Sasarannya kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusari dan KWT Sari Mukti Kelurahan Mugarsari, belum lama ini.

Tim PbM-KP itu dilakukan oleh  Prof Dr H Budy Rahmat Ir MS, Dr Suhardjadinata Ir MP, Hendar Nuryaman SP MP, dan Yogi Nirwanto, SHut MP. Serta dibantu narasumber Yuli MP, lalu dua mahasiswa tingkat akhir yakni Futri dan Eva.

Ketua Tim PbM-KP Fakultas Pertanian Unsil Tasikmalaya Prof Dr H Budy Rahmat Ir MS mengatakan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Fakultas Pertanian Unsil Tasikmalaya ini, tujuannya sebagai pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19. Oleh karenanya, pihaknya berupaya dalam menjaga konsumsi masyarakat dan  meningkatkan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:Putra Kiai Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Tergeletak di Tribun, Tidak Ada Luka Sama Sekali

”Terutama dari sektor pertanian yang menjadi sektor penopang ketahanan pangan pasca pandemi Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya dalam pengabdian kepada KWT Kusari dan KWT Sari Mukti Kelurahan Mugarsari agar bisa menambah nilai manfaat lebih. Di samping hasil dari sektor pertanian, juga memberikan  pemanfaatan limbah turunan dari hasil pertanian.

“Wujud tersebut merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guna dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kemudian juga upaya dalam mengurangi pencemaran,” ujarnya.

Oleh karenanya, pihaknya mengajak agar masyarakat dan pelaku di bidang pertanian pun mulai mengolah kembali limbah sisa hasil pertanian. Itu menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis, seperti dengan pemanfaatan limbah dari budidaya tanaman kelapa.

BACA JUGA:Ini 5 Masalah yang Dihadapi Inter Milan saat Menjamu Barcelona, No: 1 yang Bikin Kalah dari AS Roma 

Sebab kalau tanaman kelapa ternyata biasa menghasilkan limbah cangkang dan tandan. Tetapi bila tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah. 

“Pemanfaatan limbah cangkang kelapa ternyata sampai sekarang masih menjadi bahan yang tidak termanfaatkan. Karena umumnya limbah direduksi dengan pembakaran, penumpukan di tempat pembuangan sampah, dan dilarung ke sungai,” katanya.

Ternyata cara tersebut mengakibatkan masalah pencemaran lingkungan dan lebih luasnya berkontribusi pada percepatan proses pemanasan global. “Untuk itu kami memandang perlunya melakukan suatu upaya guna pemanfaatan limbah tersebut menjadi termanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Dalam pemanfaatan cangkang kelapa menjadi briket arang dan asap cair, pihaknya memberikan pemahaman kepada KWT Kusari dan KWT Sari Mukti Kelurahan Mugarsari tentang teknologi pirolisis dan pengolahan limbah lignoselulosa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: