Selama Pengerjaan Proyek Pedestrian, Penempatan PKL HZ Mustofa dan Cihideung Belum Jelas

Selama Pengerjaan Proyek Pedestrian, Penempatan PKL HZ Mustofa dan Cihideung Belum Jelas

Beberapa pekerja di kawasan pedestrian. Saat pengerjaan kawasan pedestrian, Jalan Cihideung masih diisi PKL dan parkir sepeda motor, Minggu (24/7/2022). Foto: rangga jatnika/radar tasikmalaya--

Namun, saat pelaksanaan pekerjaan fisik selama tiga bulan ke depan pihaknya tidak bisa memutuskan untuk merelokasi PKL. 

BACA JUGA:Enan Suherlan: Trotoar dan Badan Jalan Itu Fasilitas Umum, Kenapa Bisa Ada Sewa dan Jual Beli Lapak PKL?

Karena ketika diberi solusi ke lahan atau areal tertentu, secara otomatis ada pihak lain yang berwenang untuk mengakomodir atau tidaknya para PKL. 

“Dipindah kemana dulu atau ditempatkan dimana sementara, kita tidak bisa putuskan.  Karena ada lahan di ruang lain dan tentunya kewenangan pihak lain juga,” terangnya.

Sementara itu, pengguna kendaraan di Jalan HZ Mustofa, Aam Munawar berharap penataan PKL pasca rekonstruksi trotoar segera dilakukan.

BACA JUGA:Pantas Tambah Banyak, Lapak PKL Cihideung Dijualbelikan

Aam menganggap percuma ketika sarana infrastrukturnya sudah baik, namun pemanfaatan area itu hanya menjadi wahana PKL semakin melebarkan lapak. 

“Selama ini kita jalan saja kesulitan apalagi pas jam ramai. Kalau ditata kemudian diisi PKL dengan semena-mena lagi, ya percuma sudah bagus trotoarnya, lebar pedestrian malah jadi leluasa mereka melapak, hak pejalan kaki gimana,” keluhnya.

Pengunjung Jalan Cihideung Lilis Kurniasih  menuturkan hal serupa. Ia tidak memungkiri terkadang berbelanja di lapak-lapak PKL sekitaran pusat kota lantaran lebih mudah diakses saat turun dari kendaraan. 

“Tapi memang baiknya lebih tertib juga. Selama ini sumpek dan buat malas kalau tidak kepepet untuk datang ke Cihideung atau HZ Mustofa. Jadi PKL sewajarnya juga ikut ditata bukan sarananya saja,” harap Lilis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: