Trotoar Depan Majid Besar Singaparna Tasikmalaya Dijadikan Tempat PKL

Trotoar Depan Majid Besar Singaparna Tasikmalaya Dijadikan Tempat PKL

Trotoar di depan Majid Besar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya tepatnya depan Taman Alun-Alun dipenuhi PKL, Sabtu 28 September 2023. ujang nandar / radartasik.com--

Trotoar Depan Majid Besar Singaparna Tasikmalaya Dijadikan Tempat PKL

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Idealnya Trotoar menjadi tempat pejalan kaki. Namun beda dengan trotoar di depan Masjid Besar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Lokasi masjid di depan Taman Alun-alun Singaparna itu dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL). Para PKL sudah memenuhi trotoar tersebut sejak Taman Alun-Alun Singaparna diresmikan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat masih aktif, beberapa waktu lalu.

Pengunjung Taman Alun-Alun Singaparna, Hamid (40) menilai, saat ini Taman Alun-Alun Singaparna tersebut terlihat kumuh. Selain berbagai fasilitas mulai rusak, juga banyak sampah yang berserakan. Ditambah dengan tidak adanya penataan terhadap PKL.

BACA JUGA:Komentar Bobotoh Setelah Persib Finish di Posisi 2 Paruh Musim Liga 1: Stadion Belum Ful, Lawan Ketar-Ketir

"Itu trotoar depan mesjid harusnya jadi tempat berjalan kaki, ini malah dipenuhi oleh PKL," katanya kepada radartasik.com di lokasi, Sabtu 28 Oktober 2023.

Hamid menilai, para PKL tersebut perlu dipoles penataan agar tidak terlihat kumuh seperti saat ini. 

"Ditatalah harusnya, disediakan tempat yang memang representatif. Namun jangan sampai juga PKL itu ditertibkan mereka tidak bisa berjualan, itu kan mengais rejeki," terang dia.

Artinya, menurut dia, pemerintah pun harus menyediakan tempat atau selter untuk lokasi para pedagang itu. "Difokuskan di satu titik saja agar tertata," sarannya.

BACA JUGA:Kalahkan PSS Sleman di Laga Terakhir Putaran Pertama Liga 1, Persib Gusur Madura United di Peringkat Kedua

Sementara itu salah seorang PKL yang berjualan minuman, Alfiyah menuturkan, dirinya terpaksa berjualan di trotoar itu karena tidak ada tempat lagi. Sebelumnya dia berjualan di bahu taman. "Di situ kan dilarang, pindah ke sini jadinya kang," tuturnya.

Dia sudah mengetahui akan ada penertiban, namun karena butuh biaya untuk menghidupi keluarganya maka dia tetap berjualan di lokasi itu.

"Saya harap kalau ada penertiban disediakan lokasi yang memang representatif, tidak jauh juga dari taman ini," harapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: