Polri Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Penonton, Salah Satunya Dirut PT LIB

Polri Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 131 Penonton, Salah Satunya Dirut PT LIB

Polri mengumumkan 6 tersangka Tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 131 penonton. Salah satunya Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita. Foto: ist/pssi--

Anam menjelaskan, kehadirannya ke Malang adalah ingin betul-betul mengulas fakta yang sebenarnya terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa. 

Dari keterangan suporter Aremania, kata Anam, pihaknya mendapat keterangan bahwa suporter yang turun ke lapangan adalah untuk memberi semangat kepada para pemain Arema FC. 

BACA JUGA: Kamaruddin Sebut Putri Candrawathi Pelaku Kejahatan Bukan Korban, Ungkit Kejadian Magelang Terbantahkan

Informasi tak jauh berbeda didapat Choirul Anam dari para pemain Arema FC, yang mengakui bahwa kedatangan suporter itu untuk memotivasi mereka yang pada malam itu kalah unggul dari tim Persebaya Surabaya.

"Kami crosscek kalimat-kalimat itu juga sama, mereka berdialog dengan teman-teman pemain terutama pemain yang terakhir meninggalkan lapangan. Itu juga disampaikan. Tidak ada pemain yang luka," ungkap dia. 

Berdasarkan fakta-fakta itu, Choirul Anam membantah bila disebut suporter Arema hendak menyerang pemain dan official saat berhamburan ke tengah lapangan.

"Jadi kalau ada informasi yang bilang suporter ke sana itu menyerang, pemain-pemainnya bilang tidak seperti itu, dan suporternya juga bilang tidak seperti itu. Jadi dinamika ini sangat penting," ungkapnya.

BACA JUGA: Bajat! Ayah di Pagerageung Cabuli Anak Kandung Selama 3 Tahun, Sejak Korban Duduk di Bangku Sekolah Dasar

"Nah lalu, kami telusuri, kami bertemu dengan beberapa Aremania termasuk juga meng-cross cek informasinya dengan para pemain," tambahnya.

Hal tersebut didapatnya berdasarkan konfirmasi kepada para suporter yang turun ke lapangan.

"Jadi mereka berangkat (ke tengah lapangan) itu mau berikan semangat, berkomunikasi dengan pemain. Bukan untuk menyerah pemain, " tandasnya.

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022, berakhir dengan kekalahan tuan rumah Arema FC atas Bajul Ijo.

BACA JUGA: Mami Isa Zega Bongkar Kelakuan Rizky Billar, Sebut Miliki Sifat Tempramental dan Memang Punya Selingkuhan

BACA JUGA: Rizky Billar Mangkir dari Panggilan Penyidik, Pengacara Sebut Sedang Sakit, Bukan Karena Takut Ditahan Nih?

Karena banyaknya korban yang tewas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur tersebut menjadi sorotan banyak publik. Tidak hanya di Indonesia tapi di mancanegara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: