Masuk Musim Panen, Petani Pangandaran Resah Karena Intensitas Hujan Tinggi

Masuk Musim Panen, Petani Pangandaran Resah Karena Intensitas Hujan Tinggi

Suasana di salah satu area pesawahan di Karangbenda Kecamatan Parigi yang belum dipanen, Selasa (9/8/2022).-Deni Nurdiansah/radartasik.com-

PANGANDARAN, RADARTASIK.COMPetani Pangandaran mengeluhkan cuaca yang tidak mendukung saat memasuki masa panen di triwulan dua sudah dimulai. 

Setidaknya dalam tiga hari kebelakang, hujan terus mengguyur Kabupaten Pangandaran. 

Salah seorang petani warga Bojongmalang Desa Karangbenda Kecamatan Parigi, Sadili yang berusia 50 tahun mengaku gabah hasil panen yang kena hujan, biasanya akan berakar. 

BACA JUGA:KONI Pangandaran Butuh Rp 8 Miliar untuk Porprov 2022

”Wah nanti mubah, gak bisa digiling,” tuturnya kepada Radar, Selasa 9 Agustus 2022.

Sehingga, saat hujan turun para petani Pangandaran mengaku sangat resah. 

”Kalau sudah di rumah lalu turun hujan masih mending, coba tiba-tiba hujan di sawah, wah sulit,” jelasnya.

BACA JUGA:Biar Lebih Irit, Pembudi Daya Ikan di Pangandaran Buat Pakan Alternatif

Biasanya para petani sengaja membeli terpal untuk mengantisipasi turunnya hujan saat menjemur gabah. 

”Saya pernah mengalaminya, semua gabah malah terkena air hujan, rugi sampai jutaan,” akunya.

Salah seorang petani di Desa Parigi, Didi Uhidi mengatakan untuk tahun ini dia hanya mendapatkan hasil panen hanya beberapa kuintal saja. 

”Banyak dimakan hama tikus,” ucapnya.

Selain itu, beberapa gabah miliknya juga mubah karena terguyur air hujan. ”gabahnya digiling jadi pakan,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: