AS Mengatakan Rusia Hanya Mengeluarkan Ancaman Kosong

AS Mengatakan Rusia Hanya Mengeluarkan Ancaman Kosong

Radartasik.com, Gedung Putih telah menepis kekhawatiran dari Rusia setelah Washington mengumumkan paket pasokan senjata terbarunya senilai $800 juta ke Ukraina.

Sekretaris Pers Jen Psaki menyebut peringatan Rusia atas konsekuensi jika Washington terus mempersenjatai Ukraina pesan itu sebagai ancaman kosong.

“Kami tidak akan berkomentar. Maksud saya, saya tidak akan berspekulasi tentang ancaman kosong atau ancaman oleh Presiden Putin atau oleh kepemimpinan Rusia,” kata Psaki kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa bantuan AS untuk Ukraina akan terus berlanjut, seperti yang dijanjikan oleh Presiden AS Joe Biden. Pejabat AS lainnya membuat pernyataan dalam nada yang sama minggu lalu.

Moskow menuduh NATO menekan Ukraina untuk meninggalkan negosiasi dengan Rusia dan mengutuk Washington karena mendorong lebih banyak pasokan senjata menurut laporan media.

Rusia berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman senjata yang dikirim oleh AS dan sekutunya ke Ukraina merupakan faktor konflik terus membesar. Konvoi itu bisa diserang oleh militer Rusia begitu mereka mencapai tanah Ukraina.

Menurut pemerintah Rusia, dukungan tersebut memberanikan Kiev dan hanya akan menghasilkan kelanjutan dari konflik bersenjata, dengan korban menumpuk dan kerusakan Ukraina akan semakin meningkat.

Dikutip dari Russian Today, sebelumnya Menteri Pertahanan Sergei Shoigu menilai meningkatnya volume senjata yang AS janjikan untuk dikirim ke Ukraina menunjukkan bahwa mereka menginginkan pertempuran "sampai Ukraina terakhir".

Negara-negara Barat bersikeras bahwa pasokan senjata dimaksudkan untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari  agresi Rusia.

Pejabat asing dilaporkan telah menekan pemerintah Ukraina untuk terus berjuang sampai mereka mendapatkan konsesi yang diperlukan dari Kremlin. Moskow telah berulang kali mengatakan akan mencapai semua tujuannya meskipun ada perlawanan sengit dari Ukraina. (sal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: