Putin Salahkan AS Atas Perang Hamas vs Israel: Amerika Tak Pernah Menghitung Kepentingan Rakyat Palestina

Putin Salahkan AS Atas Perang Hamas vs Israel: Amerika Tak Pernah Menghitung Kepentingan Rakyat Palestina

Vladimir Putin, Presiden Rusia. (ist/net)--

RADARTASIK.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin salahkan AS atas perang Hamas vs Israel dan mengatakan “Amerika tak pernah menghitung kepentingan rakyat Palestina”. 

Menurut Putin, perang yang sedang berlangsung anatar Hamas vs Israel merupakan bukti nyata ketidakmampuan AS untuk menyelesaikan konflik saat bertemu dengan Perdana Menteri Irak Mohammed al-Sudani di Moskow.

“Saya yakin banyak orang akan setuju dengan saya bahwa ini adalah contoh nyata kegagalan kebijakan AS di Timur Tengah,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin dikutip dari Rusian Today. 

“Mereka mencoba memonopoli penyelesaian perdamaian, namun sayangnya tidak memberikan perhatian untuk mencari kompromi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak ,” jelasnya.

BACA JUGA:Titik Terang Nasib Victor Igbonefo di Persib, Dilirik Klub Kaya Liga 2 di Bursa Transfer Musim Ini

“Sebaliknya, Washington memberikan tekanan pada kedua belah pihak dalam upaya untuk memaksakan solusi mereka sendiri, tambahnya. 

“AS tidak pernah memperhitungkan kepentingan inti rakyat Palestina ,” kecam Putin. 

Putin menekankan bahawa rakyat Palestina menginginkan pembentukan negara yang merdeka, sebagaimana dituangkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

Senada dengan Putin, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov sebelumnya juga menyalahkan AS atas konflik yang terjadi dan menyarankan Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa dan PBB mengambil peran utama dalam perundingan perdamaian. 

BACA JUGA:Tekan Kesalahan Wasit, PSSI dan PT LIB Rencanakan Sistem VAR Diterapkan di Putaran Kedua Liga 1

Namun, Sergey Lavrov menegaskan AS agar tidak memonopoli proses perundingan tersebut demi keuntungannya sendiri.

Disisi lain, Mayor Jenderal Israel Ghassan Alian menganggap penduduk Gaza sebagai manusia hewan dan harus diblokade total dari dunia luar.

“Tidak akan ada listrik dan air [di Gaza], yang ada hanya kehancuran. Anda menginginkan neraka, Anda akan mendapatkan neraka,” ancam Alian.

Ia kemudian menyebut “Hamas telah berubah menjadi ISIS (Negara Islam), dan penduduk Gaza, bukannya terkejut, malah merayakannya,” ucapnya dalam pesan video.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: