Seri Tokoh Filsafat: Mengenal Sosok Al-Kindi dan Pemikirannya, Filsuf Muslim Pertama yang Berpengaruh

Seri Tokoh Filsafat: Mengenal Sosok Al-Kindi dan Pemikirannya, Filsuf Muslim Pertama yang Berpengaruh

Mengenal pemikiran Al-Kindi, filsuf muslim pertama dalam sejarah Islam. Foto: tangkapan layar youtube/reka foto--

RADARTASIK.COM - Al-Kindi yang memiliki nama lengkap Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq Al-Kindi, adalah seorang filsuf Muslim pertama yang hidup pada abad ke-9. 

Dia dianggap sebagai salah satu tokoh filsafat yang menjadi pelopor dalam sejarah filsafat Islam.

Kontribusi Al-kindi dalam bidang keilmuan seperti matematika, fisika, astronomi, dan kedokteran, sangatlah besar. 

Al Kindi lahir di Kufa, Irak, pada tahun 805 M. Dalam melahirkan pemikirannya, Al-Kindi sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat Yunani, khususnya karya-karya Aristoteles dan Plato. 

BACA JUGA: Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Memastikan Keselamatan Warganya, Berkeliling Wilayah Terdampak Gempa

BACA JUGA: Belum Beruntung! Timnas Indonesia Takluk 0-2 dari Uzbekistan pada Laga Semifinal Piala Asia U23 2024

Dia berupaya untuk mendamaikan filsafat  Yunani dengan pemikiran Islam, memadukan penyelidikan yang rasional dengan ajaran Islam. 

Al-Kindi menekankan pentingnya akal dan intelek dalam memahami dunia dan sifat Allah.

Salah satu pemikiran Al-Kindi adalah tentang kekuatan jiwa.

Al-Kindi berpendapat bahwa jiwa manusia memiliki tiga kekuatan yang berbeda, yaitu kekuatan intelektual atau berpikir (al-nafs al-'aqliyah), kekuatan nafsu (al-nafs al-shahwiyyah), dan kekuatan amarah (al-nafs al-ghadabiyyah). 

BACA JUGA: Membanggakan, Dua Siswa SD Kota Banjar Meraih Prestasi di Kompetisi Matematika Tingkat Nasional

BACA JUGA: UPDATE, 41 Rumah di Tasikmalaya Rusak, 145 Jiwa Terdampak Gempa Garut, Satu Rumah Dirobohkan

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pemikiran Al-Kindi tentang tiga kekuatan jiwa:

1. Kekuatan Nalar atau Kekuatan Berpikir 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: