Begini Tips Kabupaten Ciamis yang Sukses Tangani dan Kelola Sampah

Begini Tips Kabupaten Ciamis yang Sukses Tangani dan Kelola Sampah

Petugas kebersihan sedang membuang sampah di TPS sekitar Islamic Center Kabupaten Ciamis, Rabu 31 Januari 2024. fatkhur rizqi / radar tasikmalaya--

Begini Tips Kabupaten Ciamis yang Sukses Tangani dan Kelola Sampah 

CIAMIS, RADARTASIK.COM - Setiap tahun sebanyak 0,4 kilogram per hari timbulan sampah muncul di TPA Banjaranyar dan Cisaga, dari 1,2 juta orang Kabupaten Ciamis. Mayoritasnya adalah sampah rumah tangga. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKLH) Kabupaten Ciamis, Uus Uswian Supiaatmaja kepada Radar Tasikmalaya, Rabu 31 Januari 2024.

Kata Uus, DPRKLH Kabupaten Ciamis melakukan penanganan pengangkutan sampah baru sampai 40 persennya. Selainnya itu, penanganan sampah 40 persen lainnya dari masyarakat seperti bank sampah. 

BACA JUGA:Xiaomi POCO X6 Pro 5G dengan WildBoost, HP RAM 12GB Cocok untuk Game Mulus

"Berarti totalnya sampah tertangani sebanyak 80 persen di Kabupaten Ciamis," paparnya.

Dengan rincian DPRKLH Kabupaten Ciamis melakukan penanganan timbulan sampah kota tercatat 2020 564 ton per hari, 2021 ada 15.941 ton per hari, 2022 ada 16.154 ton per hari.

Sedangkan timbulan sampah terkelola sejak 2020 ada 44.147 ton per hari, 2021 ada 1.157 ton per hari, dan 2022 163.642 ton per hari. 

"Di Kabupaten Ciamis ada kenaikan pengurangan sampah yang dibuang langsung ke TPA. Itu ditunjukkan dengan adanya daur ulang sampah berbasis masyarakat, tadinya memiliki target 30 persen, sekarang mencapai 40 persen," terangnya.

BACA JUGA:Debut untuk Inter Milan pada Usia 16 Tahun, Giuseppe Bergomi Dipanggil Beppe karena Sudah Kumisan

Dalam menggiatkan pemanfaatan daur ulang, Kabupaten Ciamis terus melakukan pembentukan bank sampah berbasis komunitas. Sekarang ini, bank sampah di setiap desa ada, kini terbentuk sekitar 277 bank sampah. 

"Langkah daur ulang ini agar tidak semua sampah dibuang ke TPA. Pastinya yang dibuang ke TPA hanya sampah yang tidak bisa daur ulang atau sampah residu," bebernya.

Karena sampah organik untuk pupuk kompos dan budidaya magot. Strategi sekarang penggeraknya pengolahan sampah berbasis masyarakat dengan bank sampah tiap daerah.

Sebab, saat ini sedang menggiatkan membangun TPS 3R (reduce, reuse dan recycle) fungsinya untuk mengurangi sampah organik dan non organik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: