Sisi Lain Abad Modern: Suku Baduy Menyakini Nabi Adam Turun di Gunung Kendeng

Sisi Lain Abad Modern: Suku Baduy Menyakini Nabi Adam Turun di Gunung Kendeng

Suku Baduy Dalam masih menjaga tradisi leluhur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.-istimewa;BRIN-

Juga ada ‘leuit’ alias lumbung padi tempat menyimpan cadangan pangan dasil panen. 

Ada juga tempat mengolah padi yang dimasukan  ke dalam ‘lisung’ atau lesung kemudian ditumbuk menggunakan halu atau ‘alu’.

Biasanya yang menumbuk padi para wanitanya. suara tumbukan alu yang beradu dengan lesung menghasilkan irama tersendiri.

Ya, irama yang bisa mengantarkan imajinasi orang luar yang mendengarnya ke masa beradad-abad silam. 

Ada keunikan Suku Baduy Dalam ini yang tak terganggu perkembangan zaman :

 

1. Bepergian selalu jalan kaki

Kemana saja pergi orang Baduy Dalam harus berjalan kaki dengan tanpa alas kaki.

Cara berjalannya juga kalau mereka berkelompok tidak berdampingan. Tetapi berderet satu-satu ke belakang.

Makanya ada istilah Sunda kalau orang berjalang demikian disebut ‘ngabaduy’. Yaitu jalan berurutan seperti orang Baduy.

Hal yang tidak masuk akal, ketika ada wisatawan memberi alamat rumahnya yang masih kawasan Pulau Jawa, orang Baduy Dalam jika diundang untuk datang akan benar-benar datang dengan jalan kaki untuk silaturahmi.

Ini bukan cerita kosong Sebab sudah banyak terbukti nyata.

 

2. Memakai Pakaian khas putih hitam

Suku Baduy Dalam saat bepergian keluar dari kampungnya harus berpakaian putih hitam dengan ikat kepala putih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: