Tingginya Tekanan Kerja Membuat Para Pelatih Chatbot AI Google Bard Frustasi

Tingginya Tekanan Kerja Membuat Para Pelatih Chatbot AI Google Bard Frustasi

Tingginya Tekanan Kerja Membuat Para Pelatih Bard Frustasi-Foto: tangkapan layar-

RADARTASIK.COM – Sejak Google merilis chatbot Bard pada Mei 2023 lalu, Google terus meningkatkan kemampuan chatbot pesaing ChatGPT tersebut agar semakin realistis.

Namun ternyata, terdapat konsekuensi dibalik perkembangan Bard yang terbilang cepat. Para pelatih chatbot AI google bard frustasi karena tingginya tekanan kerja.

Mereka mengaku bahwa pihak Google memberikan instruksi yang terlalu berbelit-belit, serta lingkungan kerja membuat para pelatih tersebut merasa tidak nyaman.

Menurut para pelatih, Google Bard sebenarnya masih belum akurat. Namun menurut panduan yang mereka terima, mereka tidak perlu ketat dalam mengecek fakta yang dihasilkan Bard.

BACA JUGA:7 Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan Tubuh Kita dan Masyarakat

Karena kurangnya akurasi tersebut, chatbot Bard dinilai masih perlu banyak kontribusi dari manusia. Sayangnya, iklim kerja di Bard malah membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya frustrasi.

Enam karyawan kontrak Bard bercerita soal kondisi kerja di lingkungannya. Salah satu karyawan berkata bahwa orang-orang ketakutan dan dibayar murah.

“Misalnya, yang terjadi sekarang, orang-orang takut, stres, dibayar murah, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi,” kata salah satu karyawan melalui dokumen yang diterima Bloomberg, Senin 17 Juli 2023.

Terlepas dari kondisi tersebut, mereka juga sering diminta mengaudit jawaban dalam waktu tiga menit. Padahal, mereka dikontrak sebagai “penilai” yang bertugas menentukan relevansi hingga keaslian jawaban Bard, sesuai dengan pedoman berisi enam poin dari Google.

BACA JUGA:Penjual Minuman Keras di Tasikmalaya Sembunyikan Puluhan Botol Ciu di Kuburan

Selain itu, pelatih Bard juga diminta memastikan jawaban Bard tidak mengandung unsur yang menyinggung atau berbahaya.

Meski pedoman itu menyatakan bahwa pelatih “tidak perlu memeriksa fakta secara ketat”, jawaban Bard cenderung keliru atas suatu subyek. Ada pula pedoman yang menyebutkan bahwa kurang akuratnya data tertentu seperti kesalahan tanggal, hanyalah kekurangan yang minor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: