Geger! Tiba-Tiba Wartawan Jadi Kapolsek, Ternyata Intel Menyamar Jadi Wartawan Selama 14 Tahun

Geger! Tiba-Tiba Wartawan Jadi Kapolsek, Ternyata Intel Menyamar Jadi Wartawan Selama 14 Tahun

Iptu Umbaran Wibowo sehari-hari dikenal sebagai wartawan. Foto: ist/disway--

Ilham mengatakan sayanya dalam belasan tahun penyamarannya sebagai wartawan, bahkan anggota Polisi Iptu Umbaran telah terdaftar sebagai anggota PWI.

Bahkan Iptu Umbaran juga telah mengikuti ujian kompetensi wartawan yang digelar oleh Dewan Pers.

"Bukan hanya sertifikat kompetensinya yang telah diusulkan kawan-kawan pengurus PWI tetapi juga keanggotaan PWI-nya. Sebab, anggota PWI harus wartawan aktif yang tidak merangkap pekerjaan lain, apalagi sebagai Polisi dan intel pula," ujarnya.

Ilham mengatakan dengan adanya kasus anggota Polisi yang menyamar sebagai wartawan bisa menjadi pelajaran bagi para pengurus organisasi wartawan untuk melakukan cross ceck kembali organisasinya.

Hal tersebut untuk menghindari adanya kemungkinan penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum oknum kurang bertanggung jawab.

Sementara terbongkarnya identitas asli Iptu Umbaran yang ternyata anggota kepolisian terbuka secara alami lantaran yang bersangkutan dilantik menjadi Kapolsek suatu daerah.

"DK (dewan kehormatan PWI) sendiri khawatir banyak kartu anggota organisasi termasuk sertifikat kompetensi wartawan telah dikantongi pihak yang tidak berhak. Informasi wartawan yang Polisi, intel, dan yang Kapolsek itu muncul secara kebetulan. Bukan dari hasil pelacakan organisasi," ujarnya.

Sementara itu, pihak TVRI dikabarkan sama sekali tidak mengetahui bahwa mitranya yang menjadi kontributor tersebut merupakan anggota Polisi.

Imam Brotoseno selaku Direktur Utamma TVRI hanya membenarkan bawah Iptu Umbaran sudah bekerja belasan tahun sebagai kontributor.

"TVRI Jawa Tengah benar-benar tidak tahu kalau saudara Umbaran adalah anggota intel," ujar Imam Brotoseno.

Imam Brotoseno mengatakan bahwa Umbaran bertugas membawa nama TVRI sebagai kontributor, Umbaran tidak wajib untuk hadir di kantor dan bisa mengirim materi beritanya dari Jawa Tengah.

"Selama menjadi kontributor memang tidak ada kewajiban untuk hadir setiap hari di kantor. Dia bisa mengirim berita dari mana saja," ujar Imam Brotoseno.

Iptu Umbaran Wibowo, anggota polisi yang menyamar sebagai wartawan kontributor TVRI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id