Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Ombak Besar, 10 ABK Bertaruh Nyawa Selama 5 Jam Sebelum Dievakuasi

Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Ombak Besar, 10 ABK Bertaruh Nyawa Selama 5 Jam Sebelum Dievakuasi

Radartasik, CILACAP– Sebuah kapal nelayan terbalik di perairan Karang Bolong Nusakambangan Kabupaten Cilacap, pada Kamis (23/06) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Meski para Anak Buah Kapal (ABK) nelayan tersebut yang berjumlah 10 orang berhasil selamat, namun proses penyelamatan terhadap mereka cukup dramatis. 

Petugas gabungan dari TNI AL, Basarnas, Polairud dan relawan berjibaku melawan ombak besar untuk menyelamatkan para korban. Satu per satu ABK yang terombang-ambing di tengah laut akhirnya berhasil dievakuasi ke kapal petugas. 

BACA JUGA:Bus Rombongan Murid SDN Sayang Jatinangor, Sumedang Masuk Jurang di Rajapolah, Tasikmalaya, Tiga Orang Tewas

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono menjelaskan awalnya pihaknya menerima laporan dari pemilik kapal bahwa 2 kapalnya yang hendak masuk ke Pelabuhan Perikanan Cilacap (PPC) mengalami kendala dan salah satunya terbalik dihantam ombak besar.

“Kamis malam sekitar pukul 20.00 ada laporan bahwa 2 kapal-nya mengalami kecelakaan yang satu terbalik dan yang satunya terdampar di perairan Nusakambangan,” jelas Sarjono kepada wartawan, Jumat (24/06/2022). 

Ia pun menjelaskan berdasarkan laporan pemilik kapal sebelum kapal nelayan itu terbalik sempat mengalami mati mesin. Lantas tak lama kemudian terhantam ombak besar hingga akhirnya kandas dan terbalik.

BACA JUGA:Sopir Ngantuk Jadi Penyebab Bus Pariwisata Rombongan Sekolah Masuk Jurang di Rajapolah

BACA JUGA:Ini Identitas Tiga Korban Meninggal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Rajapolah, Salah Satunya Kondektur Bus

Sebelum akhirnya berhasil evakuasi tim gabungan, 10 ABK kepala nelayan itu sempat bertahan sekitar 5 jam di atas kapal yang terbalik tersebut.

 “Setelah berkordinasi dengan Polairud dan Basarnas kita tetap mengirim relawan nelayan PPC untuk mengevakuasi 10 ABK. Sekitar pukul 23.30 seluruh ABK berhasil dievakuasi,” ujar Sarjono.

Dari 2 kapal yang mengalami kecelakaan laut tersebut, ungkap Sarjono, salah satunya berhasil kembali ke dermaga batre. Namun karena gelombang masih tinggi, satu kapal lainnya masih di lokasi kejadian. 

BACA JUGA:Menko Luhut Ungkap Alasan Beli Minyak Goreng Curah Rp14.000 Pakai PeduliLindungi

“Kita akan upayakan evakuasi tapi gelombang masih tinggi,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: