Sekda Jabar Herman Suryatman Berharap Laju Ekonomi Jabar Buka Peluang Lapangan Kerja

Sekda Jabar Herman Suryatman Berharap Laju Ekonomi Jabar Buka Peluang Lapangan Kerja

Sekda Jabar Herman Suryatman berharap pencapaian laju ekonomi Jabar membuka peluang lapangan kerja.-Istimewa-

BANDUNG, RADARTASIK.COM – Pencapaian laju ekonomi Jabar pada semester I 2025 harus selaras dengan kondisi di lapangan seperti menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Namun saat ini faktanya, angka kemiskinan Jawa Barat masih 7,08 persen. Angka pengangguran pun cukup tinggi mencapai 6,7 persen.

Sekda Jabar Herman Suryatman pun berharap pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 5,23 persen turut memacu produktivitas dan membuka lapangan kerja.

Herman menyebut empat komponen pendorong peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

BACA JUGA: Gaji PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya Hanya Rp150 Ribu, DPRD Desak Pemkab Bertindak

BACA JUGA: Saldo DANA Gratis Hingga Rp199.000, Cara Cepat dan Aman

Pertama, government spending. Hingga Juli 2025, belanja pemerintah mencapai angka 45,65 persen.

”Sarapannya luar biasa. Salah satu yang terbaik di Indonesia tentunya, yakni di angka 45,65% dari APBD Jabar 31 triliun. Demikian juga kabupaten kota kurang lebih 110 triliun. Sarapannya relatif baik,” ujar Herman.

Faktor kedua, beber Herman, tingkat konsumsi dalam kondisi stabil karena tingkat inflasi di Jabar terjaga di angkat 2,03 persen.

”Jadi, harga-harga terjangkau dan persediaan juga memadai. Dengan inflasi terkendali, maka daya beli masyarakat relatif stabil,” katanya.

BACA JUGA: GP Ansor Bungursari Siapkan Kader Militan Berkarakter Aswaja untuk Memimpin Kota Tasikmalaya di Masa Depan

BACA JUGA: Tiga Pemain Muda Persib Resmi Naik Kelas ke Tim Senior, Kontrak Sampai 3 Tahun

Faktor ketiga pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, jelas Herman, yakni investment atau investasi.

Nilai investasi Jawa Barat menembus Rp 72,5 triliun hingga kuartal 2 atau semester I tahun 2025.

”Tertinggi di Indonesia. Mudah-mudahan kita akan menjaga sampai akhir tahun nanti karena tahun kemarin pun kita terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Faktor keempat adalah ekspor-impor. Nilai ekspor-impor di Jabar mencapai USD 18 miliar. Sedangkan impornya, hanya USD 6 miliar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: