Wabup Tasikmalaya Apresiasi Pelatihan Menjahit X-Sha, Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Baru
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menghadiri pelepasan peserta pelatihan menjahit angkatan ke-24 yang digelar X-Sha Mall Singaparna, Kamis 25 September 2025. istimewa for radartasik.com--
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Wakil Bupati TASIKMALAYA, Asep Sopari Al Ayubi, menghadiri pelepasan peserta pelatihan menjahit angkatan ke-24 yang digelar X-Sha Mall Singaparna, Kamis 25 September 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya dalam menekan angka kemiskinan melalui peningkatan keterampilan masyarakat dan pembukaan peluang kerja baru.
Asep Sopari menegaskan, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, ada tiga aspek yang harus diintervensi pemerintah. Pembangunan infrastruktur, pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui program bantuan sosial, serta penciptaan lapangan kerja.
BACA JUGA:Simulasi Tabel Angsuran KUR Mandiri 2025 Pinjaman Rp 10 Juta, Cicilan Ringan Tanpa Jaminan
“Pemerintah juga akan menggelar sarasehan dengan seluruh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Tasikmalaya. Hasilnya nanti bisa menjadi acuan dalam penyusunan anggaran tahun 2026,” ujar Asep.
Ia menambahkan, Pemkab akan terus mendorong hadirnya investor baru untuk memperluas lapangan kerja.
“Semua pihak harus terlibat, baik pengusaha, DPRD, Kadin, maupun stakeholder lainnya, agar bisa menghadirkan investor yang mampu menyerap tenaga kerja banyak,” katanya.
Sementara itu, Owner sekaligus Direktur X-Sha, H. Andi Ramadan, mengungkapkan sejak 2015 pihaknya sudah melatih sekitar 480 peserta.
Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen berhasil mandiri dan memiliki penghasilan tetap.
“Setiap angkatan ada 20 peserta. Setelah pelatihan, kami tetap memberikan pendampingan, mengumpulkan alumni, hingga melakukan kunjungan ke rumah mereka. Hasilnya, banyak yang kini bekerja di konveksi, menerima jahitan borongan, atau membuka jasa reparasi pakaian,” jelas Andi.
Menurutnya, program ini berangkat dari tradisi keluarga yang sudah lama berkecimpung di dunia konveksi.
Tujuan utamanya bukan hanya memberi keterampilan, tetapi juga memastikan peserta bisa memiliki pendapatan serta arah usaha yang jelas setelah pelatihan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: