Akan Terjadi Gerhana Bulan Parsial, Simak Penjelasan Kiai Ini!

Akan Terjadi Gerhana Bulan Parsial, Simak Penjelasan Kiai Ini!

Siap-siap akan terjadi gerhana bulan parsial pada Minggu 29 Oktober 2023.-Ilustrasi/BMKG-

Akan Terjadi Gerhana Bulan Parsial, Simak Penjelasan Kiai Ini!

RADARTASIK.COM – Pada hari Minggu 29 Oktober 2023 akan terjadi gerhana bulan parsial (sebagian) yang dapat disaksikan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Tasikmalaya, gerhana bulan akan terjadi mulai pukul 01.02 WIB sampai pukul 05.26 WIB.

KH Asep Zainy Arief selaku Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Daerah Kota Tasikmalaya memaparkan melalui pesan elektronik bahwa gerhana bulan parsial akan terjadi dalam beberapa fase.

”Fase penumbra mulai pukul 01.02 WIB, fase umbra mulai pukul 02.35 WIB dan puncak gerhana pukul 03.14 WIB,” paparnya.

BACA JUGA: SEGERA Dibagikan BLT Rp 200.000 Per Bulan kepada 18,8 Juta KPM

BACA JUGA: Pengen Lancar Pake Hero Fanny? Redmi Note 13 Pro Max Solusnya HP Spek Dewa dengan Layar Super AMOLED

Setelah melewati puncak gerhana, bulan belum akan terlihat karena masih ada beberapa fase lanjutan. ”Akhir umbra akan terjadi pukul 03.53 WIB disusul dengan akhir penumbra sekaligus akhir gerhana pukul 05.26 WIB,” lanjutnya.

Sekilas mengenai gerhana bulan parsial, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qowaaniin Cibeureum ini menjelaskan gerhana bulan dimungkinkan terjadi pada pertengahan bulan Qamariyah, yakni ketika bulan beroposisi terhadap matahari sehingga matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus.

”Pada kondisi ini, cahaya matahari terhalang oleh bumi sehingga tidak sampai ke bulan, padahal itu adalah waktunya bulan purnama dimana bulan biasanya memancarkan cahayanya secara penuh,” jelasnya. 

Pada saat gerhana bulan, piringan bulan memasuki bayangan inti bumi. Jika seluruh piringan bulan memasuki bayangan inti bumi, saat itulah terjadi gerhana bulan total.

BACA JUGA: Hadapi Musim Hujan, Daop 2 Bandung Siagakan AMUS dan Pantau Titik Rawan

Namun jika hanya sebagian piringan bulan yang memasuki bayangan inti bumi, saat itulah terjadi gerhana bulan sebagian.

”Perlu disampaikan juga bahwa terjadinya gerhana bukan karena meninggal atau lahirnya seseorang. Ini juga tidak terkait dengan nasib baik atau buruk seseorang atau suatu bangsa,” kata dia.

Peristiwa ini murni merupakan tanda kebesaran Allah yang mesti dijadikan wasilah untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: