Krisis Pangan Asia, Dampak Larangan Ekspor India dan Fenomena El Nino

Krisis Pangan Asia, Dampak Larangan Ekspor India dan Fenomena El Nino

Krisis pangan Asia sebagai dampak larangan ekspor India dan fenomena El Nino.-Pixabay-

BACA JUGA: Awas Jangan Bakar Sampah di Dekat Jalur Rel Kereta Api, Bisa Mengganggu Pandangan Masinis! Ini Himbauan PT KAI

Fenomena ini memiliki dampak besar terhadap pola cuaca di seluruh dunia dan dapat mempengaruhi ekosistem, pertanian, ketersediaan air, dan bahkan ekonomi negara-negara yang terkena dampaknya.

Selain itu, larangan ekspor beras putih non-basmati oleh India, yang merupakan salah satu pengekspor beras terbesar di dunia, juga turut memperparah situasi. 

Langkah ini diambil oleh pemerintah India untuk mengendalikan kenaikan harga pangan di dalam negeri dan memastikan pasokan yang memadai dengan harga yang terjangkau.

Tindakan India tersebut memiliki dampak yang lebih luas, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor beras. 

BACA JUGA: Inagurasi BRI Fellowship Journalism 2023, 45 Jurnalis Resmi Peroleh Beasiswa S2

Ini meningkatkan kerawanan pangan global dan meningkatkan masalah ketahanan pangan di berbagai negara. 

Harga beras mencapai level tertinggi dalam dekade, dengan harga beras berjangka mencapai USD 16,02 per seratus pon (cwt). 

Banyak analis bahkan memperkirakan harga akan terus naik.

Oscar Tjakra, seorang analis senior dari bank global Rabobank yang berfokus pada pangan dan pertanian, menyatakan bahwa kemungkinan besar akan terjadi peningkatan indeks harga beras FAO untuk bulan Agustus 2023 dibandingkan dengan bulan Juli 2023.

BACA JUGA: Segudang Manfaat dari Daun Kelor yang Disebut Juga Pohon Kehidupan

Larangan ekspor beras India datang pada saat persediaan musiman rendah di pemasok utama beras di seluruh Asia, sehingga semakin memperumit situasi krisis pangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: