Meniru Kisah Lucu Abu Nawas Batal Menghadap Tuhan Gara-Gara 'Buang Angin'

Meniru Kisah Lucu Abu Nawas Batal Menghadap Tuhan Gara-Gara 'Buang Angin'

Mirip kisah lucu Abu Nawas seorang ustadz memaparkan kajiannya tentang ketuhanan.--radartasik.com--

Sang murid awalnya bosan. Merasa ilmu dari ustadz pertama tidak ada yang baru.

Tetapi oleh ustadz kedua diingatkan tentang puncak beragama dan beriman adalah meraih predikat manusia takwa.

“Materi itu tingkat kajian tinggi levelnya. Walau terlihat sepele karena melulu bahasan itu. Muaranya ke sana kok,” ujar ustadz kedua.

“Jika seprang hamba sampai ke predikat manusia bertakwa itu, maka Allah tundukan apa yang ada di langit dan di bumi untuk hamba bertakwa tersebut,” tandas ustadz kedua.

“Hidup di dunia ini sebentar saja. Semua akan mati menuju kehidupan alam berikutnya yakni barzah hingga alam akhirat,” tambah ustadz kedua.

Ustadz kedua ini dikenal sebagai pengkaji ayat-ayat Al Qur’an yang ulet.

Sampai bisa mengaplikasikan tuntunan ayat-ayat Al Qur’an untuk masalah penyembuhan penyakit ringan sampai berat.

Ustadz kedua memiliki komunitas ahli tafsir, psikolog, dokter spesialis hingga para akademisi.

Pembawaannya sering kocak. Menyampaikan jawaban atas kajian masalah mirip kisah lucu Abu Nawas.

Jenaka dan kadang di luar pemikiran para muridnya. Itu karena selalu berupaya mengaplikasikan kajian tentang Al Qur’an secara praktis.

Mislnya dari menterjemahkan kalimat demi kalimat dalam satu ayat Al Qur’an ustadz kedua ini berhasil membuat nutrisi penyembuh beragam penyakit.

Ustadz kedua ini melakukan berbagai penelitian hingga nutrisi berbasis petunjuk ayat bisa ditemukannya.

Nutri itu yakni mengolah beragam campuran buah-buahan yang tertulis dalam Al Qur’an seperti kurma, anggur, zaitun, delima.

Campurannya diantaranya madu, air zamzam dan yang lainnya.

Dia padukan juga dengan teknologi kekinian seperti untuk mendeteksi kondisi kesehatan seseorang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: