Kota Tasikmalaya Zero Kasus Polio, Pemkot Perkuat Sanitasi Lingkungan

Kota Tasikmalaya Zero Kasus Polio, Pemkot Perkuat Sanitasi Lingkungan

Pj Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah saat melalukan Sub PIN Polio di Puskesmas Mangkubumi, Senin 03 April 2023.- Rezza Rizaldi-radartasik.disway.id

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Pelaksanaan imunisasi polio di Kota Tasikmalaya menyasar balita berusia 0-59 bulan. Meski sejauh ini di Kota Tasikmalaya zero kasus polio

Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan, polio sebenarnya dinyatakan lenyap di Indonesia 9 tahun silam. Namun, kasus polio ditemukan di Pidie, Aceh, pada November 2022.

Kemudian muncul satu kasus polio di Kabupaten Purwakarta pada Maret 2023. Hal tersebut disampaikan Cheka usai menghadiri Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Puskesmas Mangkubumi, Senin 03 April 2023.

"Lalu setelah terjadi kasus di Purwakarta, Kemenkes (Kementerian Kesehatan) menetapkan ini sebagai kejadian luar biasa (KLB),” paparnya.

BACA JUGA:Sepekan ke Depan 124 Ribu Lebih Balita di Kabupaten Tasikmalaya Bakal Imunisasi Polio

Dengan status KLB, kabupaten dan kota di wilayah Jabar, terang Cheka, diminta melaksanakan Sub-PIN Polio. Imunisasi ini menyasar balita berusia 0-59 bulan. 

Di Kota Tasikmalaya sendiri, beber Cheka, sasaran imunisasi ini disebut mencapai sekitar 51 ribu balita. Imunisasi polio kali ini dibagi dalam dua putaran. 

Putaran pertama dimulai 3 April 2023. Kemudian putaran kedua mulai 15 Mei 2023. Cheka mengajak para warga yang memiliki balita usia 0-59 bulan untuk membawanya imunisasi ke puskesmas, posyandu, atau pos imunisasi yang ada di sekitar lingkungan masing-masing. 

Dengan imunisasi ini, dapat meminimalkan penularan polio. Menurut Cheka, tahun ini belum ada laporan soal kasus polio atau di Kota Tasikmalaya zero kasus polio.

BACA JUGA:Ada 2.545 Anak Sasaran Puskesmas Sambongpari untuk Diberi Tetes Manis Polio, Libatkan 46 Posyandu dan Kader 

“Mudah-mudahan jangan sampai ada. Tapi setidaknya kita melindungi warga dengan melakukan vaksinasi,” harapnya.

Selain imunisasi, tambah Cheka, juga perlu ada upaya lebih lanjut untuk pencegahan penularan polio. Karena penularannya dari mulut.

“Polio ini kan menyebar melalui mulut. Itu biasanya menjadi masalah di usus. Ketika dia keluar melalui feses, itu bisa menjadi sumber penularan,” tambahnya.

Dalam kasus polio ini, jelas Cheka, kondisi lingkungan memengaruhi potensi penyebaran virus. Jika tingkat sanitasi lingkungan buruk, kata dia, potensi penyebaran virus bisa lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: