KEREN! Ingin Kelor Imbangi Ginseng Korea, Simak Permintaan Menteri Kesehatan

KEREN! Ingin Kelor Imbangi Ginseng Korea, Simak Permintaan Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ingin kelor imbangi Ginseng Korea.--Suryadi/radartasik.com--

JAKARTA, RADARTASIK.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ingin kelor imbangi ginseng Korea.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah (pemda) melakukan penelitian serius terkait kandungan manfaat kelor.

Permintaan itu ia sampaikan saat meninjau kasus stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir pekan lalu.

Menurut dia, NTT merupakan salah satu wilayah dengan tumbuhan kelor yang cukup banyak di Indonesia.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Dalam SUPLEMEN Kesehatan, Berikut Penjelasan Kegunaannya

”Saya minta ke pemda ini (kelor, red) kita masukkan penelitian karena kelor itu kan kaya akan gizi,” ujar menkes.

Dia menjelaskan kelor menjadi makanan tradisional dan tanaman herbal Indonesia. Menkes ingin menjadikan kelor sebagai tanaman herbal terbaik khas Indonesia sebagaimana ginseng dari Korea.

”Saya pengin ngimbangin seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional,” ujar dia dalam siaran pers Kemenkes.

Tumbuhan kelor memiliki daun, biji dan akar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kelor telah lama dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat.

BACA JUGA: WOW LIDAH MERTUA Bisa Bikin Ruangan Makin Sejuk, Ini 5 Tanaman Lainnya

Daun kelor kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Karena itu, Daun kelor sering digunakan sebagai bahan makanan atau suplemen nutrisi untuk membantu mencegah atau mengatasi berbagai penyakit.

Selain daunnya, biji kelor juga memiliki banyak manfaat. Biji kelor mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati. Minyak biji kelor bisa jadi bahan kosmetik atau obat-obatan.

Kelor atau moringa oleifera cukup populer di NTT karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat setempat. Daun kelor di NTT biasanya diolah menjadi sayur atau lalapan yang diolah dengan bumbu khas NTT.

Di samping itu, kelor memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif untuk mengatasi masalah kelaparan di daerah-daerah terpencil di NTT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: