Tanam 10.000 Pohon di Lahan Kritis, Polres Garut Bantu Atasi Kerusakan Hutan

Tanam 10.000 Pohon di Lahan Kritis, Polres Garut Bantu Atasi Kerusakan Hutan

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat penanaman pohon di wilayah Puncak Malaya Desa Girimukti Kecamatan Cikelet, Kamis (11/8/2022).-doc-radartasik.disway.id

GARUT, RADARTASIK.COMPolres Garut melakukan penanaman 10.000 pohon di wilayah Puncak Malaya Desa Girimukti Kecamatan Cikelet, Kamis 11 Agustus 2022.

Penanaman pohon selain dalam rangka menyambut HUT RI ke-77, juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lahan kritis yang diduga menjadi penyebab bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut.

“Penanaman pohon ini juga sebagai pelaksanaan program Polri Peduli Hutan,” ujar Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono kepada wartawan, kemarin.

BACA JUGA:Maksimalkan Core Bisnis di Daerah, 259 Mahasiswa STIE Yasa Anggana KKN ke 14 Desa di Garut

Kata Wirdhanto, penanaman 10 ribu pohon sebagai bentuk kepedulian Polres Garut terhadap lahan-lahan kritis di wilayah hukumnya.

Pihaknya berharap terciptanya hutan baru yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Serta meminimalisir terjadinya bencana banjir dan longsor ketika memasuki musim penghujan.

“Mudah-mudahan pohon yang ditanam ini bisa bermanfaat buat masyarakat dalam jangka panjang, terutama menghindari kekeringan dikala kemarau,” terangnya.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Biaya Operasional BOP dan Reses, Kejari Geledah Ruang Sekretariat DPRD Garut

Wirdhanto menerangkan, penanaman pohon di lahan kritis juga sebagai bentuk perjuangan dalam menjaga alam semesta supaya tidak rusak.

“Hutan dulu melindungi para pejuang kita, sekarang giliran kita untuk melindungi hutan kita. Kalau misalnya tidak ada yang peduli terhadap hutan kita siapa lagi? Hutan kita saat ini menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat kita,” terangnya.

Kapolres menerangkan kejadian banjir bandang dan longsor di wilayah perkotaan dan beberapa wilayah di Kabupaten Garut disinyalir akibat adanya alih fungsi lahan yang seharusnya perhutanan beralih menjadi perkebunan. Sehingga resapan air di hulu menjadi tidak ada.

BACA JUGA:Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kadin Garut Bangun Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren

“Saat bencana kemarin itu ada 132 titik bencana banjir dan longsor yang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Garut. Setelah kita analisis ternyata penyebabnya alih fungsi lahan,” terangnya.

Dengan kondisi itu pihaknya tergerak melakukan penanaman pohon di lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: