“Belakangan dia (Bripka R) baru tahu bahwa itu ternyata tembak-tembakan antara Bharada E (dan Brigadir J),” kata Ketua Komnas HAM Taufan Damanik di Jakarta, Selasa 2 Agustus 2022.
Masih dalam kesaksiannya, Brigadir R juga mengaku hanya mendengar kalau istri Irjen Ferdy Sambo berteriak dan meminta tolong.
BACA JUGA:Mayat Laki-Laki Ditemukan Busuk di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya
Mendengar ada suara teriakan dari istri Irjen Ferdy Sambo yang meminta tolong dengan memanggil nama dirinya dan Bharada E, Bripka R yang saat itu berada di lantai sama dengan Putri Candrawathi berlari menuju sumber teriakan itu.
Di situ, Bripka R melihat Brigadir J sedang mengacungkan senjata ke arah tangga. Namun Bripka R mengaku tidak melihat siapa orang yang berada di tangga itu.
Ketika Brigadir J melepaskan beberapa tembakan ke atas, Bripka R kemudian berlindung dibalik kulkas.
BACA JUGA:Tanggal 16 dan 17 Agustus, Sarana Olahraga di Dadaha Ditutup
Lantas yang jadi pertanyaan apakah Bripka RR yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J oleh tim penyidik khusus Bareskrim Polri sama dengan Bripka R yang mengaku dan telah diperiksa Komnas HAM?
Jawabannya boleh jadi orang yang sama, jika menilik kepangkatannya.
Hanya memang ada dua ajudan atau aide de camp (ADC) Irjen Ferdy Sambo yang memiliki nama depan R, dengan kepangkatan level Brigadir, yaitu: Bripka Ricky Rizal (RR), Brigadir Romer.
Berikut daftar nama-nama ajudan atau ADC mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo:
1. Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Joshua atau Brigadir J
2. Bripka Ricky Rizal
3. Brigadir Romer
4. Bharada Sadam