Trotoar di Kota Tasikmalaya berubah Fungsi, Disabilitas Sulit Nikmati Ngabuburit Ramadhan

Trotoar di Kota Tasikmalaya berubah Fungsi, Disabilitas Sulit Nikmati Ngabuburit Ramadhan

Pejalan kaki saat menikmati trotoar. istimewa-tangkapan layar ponsel--

Trotoar di Kota Tasikmalaya berubah Fungsi, Disabilitas Sulit Nikmati Ngabuburit Ramadhan

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Fasilitas publik bagi warga Kota Tasikmalaya terutama penyandang disabilitas, ternyata masih jauh dari kata optimal. 

Salah satu masalah yang sering dihadapi penyandang disabilitas adalah keberadaan Guiding Block pada trotoar yang seringkali digunakan sebagai tempat parkir. Hal ini menyulitkan mereka yang tunanetra.

Usman, seorang Tunanetra dari Argasari, Kecamatan Cihideung merasakan kesulitan ini saat melintasi jalan di pusat perkotaan Kota Tasikmalaya. 

BACA JUGA:Waspada, Motivasi Pemain Persikabo 1973 Berlipat saat Bertemu Persib, Ryan Kurnia Ingat Pengalamannya Dulu

Ia merasa perlu dipandu oleh orang lain setiap kali berjalan di sana. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memperhatikan kebutuhan teman-temannya di jalan.

Terang Usman, salah satu kebutuhan utama adalah pembangunan jembatan penyeberangan yang memadai, mirip dengan yang ada di kota-kota besar seperti Bandung. 

"Untuk kami yang belum terfasilitasi adalah jembatan penyeberangan. Kami ingin seperti di kota-kota besar,seperti di Bandung," katanya belum lama ini, 12 Maret 2024.

Data dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa ada 1968 penyandang disabilitas di kota tersebut, termasuk tunanetra.

BACA JUGA:Disingkirkan Atletico Madrid Lewat Drama Penalti, Simone Inzaghi: Inter Milan Tak Terbiasa Kalah

Selain masalah di jalanan, Usman juga menyoroti kurangnya fasilitas di kantor pemerintahan yang membuat mereka sulit untuk mandiri dalam berjalan. 

Ia berharap pemerintah bisa memprioritaskan pembangunan jembatan penyeberangan, baik di kantor pemerintahan, perumahan, maupun rumah sakit.

"Kami berharap pemerintah bisa memprioritaskan jembatan penyebrangan untuk kami. Termasuk di kantor perumahan dan juga rumah sakit," harapnya.

Selain jembatan penyeberangan, Usman juga menekankan pentingnya fasilitas lainnya seperti trotoar dengan lantai pemandu, jembatan penyeberangan yang dapat dilalui oleh pengguna kursi roda, dan penempatan tanda zebra cross yang memadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: