Ayahanda Bripda IDF Paparkan Fakta Kematian Anaknya

Ayahanda Bripda IDF Paparkan Fakta Kematian Anaknya

Ilustrasi kasus dugaan polisi tembak polisi.--

Ayahanda Bripda IDF Paparkan Fakta Kematian Anaknya!

RADARTASIK.COM – Kasus dugaan polisi tembak polisi yang menewaskan Bripda IDF, seorang anggota Densus 88 Antiteror Polri, terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Sang ayah, Y Pandi, awalnya tidak mengetahui bahwa anaknya tewas ditembak. Ia hanya dikabari bahwa anaknya sakit keras.

Menurut Y Pandi, ia hanya menerima kabar bahwa anaknya sedang sakit keras tanpa mengetahui lebih lanjut tentang kondisinya.

BACA JUGA: Artis Tukang Bubur Naik Haji, Ali Syakieb Datangi Markas PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya

Ketika mencari informasi lebih lanjut ke teman-teman Bripda IDF, mereka juga tidak memberikan penjelasan lebih jauh tentang kondisinya.

Namun, kemudian Mabes Polri, Polda Kalimantan Barat dan Polres Melawi memberikan kabar kebenaran tentang kematian Bripda IDF.

Setelah menerima kabar tersebut, Y Pandi segera menuju Jakarta dari Melawi dan langsung dibawa menuju RS Kramat Jati Polri, Jakarta Timur.

Di sana, ia akhirnya diberi tahu bahwa anaknya telah tewas tertembak.

BACA JUGA: Mantap! Pemuda Pemudi Kota Banjar Harus Tampil Menjadi Pelopor, Ini Pesan Wali Kota Saat Pelatikan Ketum KNPI!

Kasus ini telah menimbulkan perhatian dan keprihatinan publik, terutama karena melibatkan polisi yang menjadi korban tembakan sesama polisi.

Pihak berwenang akan terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkap motif dan kebenaran di balik insiden tragis ini.

Polri telah menempatkan Bripda IM dan Bripka IG ke penempatan khusus (patsus) terkait kasus tewasnya Bripda IDF (20).

Bripda IDF tewas diduga ditembak oleh Bripda IM di Rusun Polri Cikeas Gunung Putri Bogor, Jawa Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: