Ibu-Ibu Belanja Murah Pakai QRIS, Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya Mendadak Jadi “Pasar”

Ibu-Ibu Belanja Murah Pakai QRIS, Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya Mendadak Jadi “Pasar”

Ibu-ibu yang sedang belanja di acara bazar Bank Indonesia Tasikmalaya menunjukkan QRIS yang dipakainya untuk bertransaksi digital.-Foto:tina agustina/radartasik.disway.id-

KOTA TASIK, RADARTASIK.COM - Soal belanja, ibu-ibu pasti ahlinya. Rabu 7 Desember 2022, Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya mendadak jadi “pasar”. Ibu-ibu belanja mmurah pakai QRIS, mereka terlihat antusias pada saat bertransaksi.

Sejumlah ibu-ibu berbelanja sayuran segar hasil urban farming dari sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) dari beberapa wilayah yang ada di Priangan Timur. Tidak hanya sayuran segar saja, ada juga berbagai makanan produk UMKM yang dijual di acara bazar, Rabu 7 Desember 2022 di Bank Indonesia Tasikmalaya.

Bazar sayuran dan aneka produk hasil UMKM ini merupakan rangkaian dari acara Workshop Organic Waste Management, Pengelolaan Sampah Dapur Menjadi Pupuk Organik untuk Urban Farming dengan peserta ibu-ibu perwakilan dari wilayah Priangan Timur.

Yang unik dari transaksi kemarin, setiap sayuran segar dibandrol hanya Rp5 ribu saja per pax. Apabila melakukan transaksi melalui QRIS harga jauh lebih mmurah yakni Rp77 rupiah saja untuk per pax sayuran apa pun.

BACA JUGA:Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya Mendadak Ramai Jadi “Pasar”, Ibu-Ibu Belanja Murah Pakai QRIS

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Aswin Kosotali menyampaikan 40% sampah, berasal dari sampah rumah tangga. 40% dari sampah rumah tangga tersebut, 40% merupakan sampah sisa makanan yang tidak diolah namun dibuang begitu saja. 

Melalui Workshop Organic Waste Management, Pengelolaan Sampah Dapur Menjadi Pupuk Organik untuk Urban Farming juga Sosialisasi QRIS dan Bazar Pangan Kelompok Wanita Tani, yang dilaksanakan pada Rabu 7 Desember 2022, di Aula Bank Indonesia Tasikmalaya. Aswin juga menyampaikan bahwa peran ibu-ibu dalam rumah tangga sangatlah vital.

Ibu sebagai pemimpin informal dalam rumah tangga, juga menentukan arah kebijakan rumah tangga, yang didalaminya berpengaruh terhadap ekonomi rumah tangga, yang tentunya juga bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara umum.

“Kita sudah banyak mendengar tentang resesi di tahun 2023, namun kita harus tetap optimis, harus tetap tumbuh, ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh. Salah satu pemilik perannya adalah ibu-ibu rumah tangga,” ungkap Aswin pada saat membuka acara, kemarin.

BACA JUGA:Zero Waste untuk Selamatkan Lingkungan, Bank Indonesia Ajak Ibu-Ibu Mengolah Sampah di Rumah

Melalui pengelolaan sampah dapur menjadi pupuk organik, kata Aswin, diharapkan tidak hanya mampu menanggulangi persoalan sampah, akan tetapi juga bisa menumbuhkan urban farming yang dapat mmempengaruhi daya beli masyarakat.

Pupuk yang sudah dibuat bisa digunakan lagi untuk pupuk tanaman-tanaman pangan yang bisa ditanam di pekarangan rumah seperti cabai, tomat, sayuran juga tanaman pangan lainnya. Sehingga ketika terjadi kenaikan harga-harga bahan pangan di pasar, ibu-ibu rumah tangga tidak lagi merasakan dampaknya.

“Salah satu tantangan dalam pertumbuhan ekonomi adalah inflasi, kenaikan harga-harga dalam kurun waktu tertentu. Inflasi akan berpengaruh terhadap daya beli dan konsumsi rumah tangga, karena dengan terjadinya inflasi bisa berpengaruh terhadap ekonomi keluarga,” jelasnya. 

Inflasi merupakan salah satu tantangan yang harus ada solusinya. Sehingga Bank Indonesia, kata Aswin melakukan berbagai terobosan untuk dapat mempertahankan daya beli seperti melaksanakan Pasar Murah bersama pemerintah Kota Tasikmalaya, menggalakkan urban farming berupa tanaman pangan di halaman rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: