Teddy Minahasa

Teddy Minahasa

Irjen Teddy Minahasa Putra ditangkap dengan tuduhan narkoba.-Instagram/@spripim_polda_sumbar-

Purwodadi. Grobogan. Dalam perjalanan panjang dari Rembang, setelah menjunjungi makam RA Kartini. Saya kemalaman di Purwodadi. Esoknya saya bertemu "sweke". Dibilang makanan khas Purwodadi. Selamat pagi Indonesia.

Budi Utomo

@DK. Syukurlah kalau Anda punya prinsip tak ada pemaksaan dalam beragama. Berarti Anda bukan termasuk orang yang sangat ekstrem yang sedikit-sedikit mempermasalahkan agama seseorang. Sesuatu yang merupakan ranah pribadi. Walaupun demikian pemaksaan agama secara struktural dan bahkan governmental terjadi di negara kita. Contohnya di era Orde Baru ketika seseorang disuruh memilih salah satu dari lima. Padahal agama di dunia ini menurut mbah google ada puluhan, ratusan bahkan ribuan. Akibatnya ada yang beragama Konghucu terpaksa memilih Buddha di KTP nya. Gus Dur kemudian membuat gebrakan dengan menambahkan Konghucu sehingga pilihan agama menjadi enam. Dan kemudian terjadi debat sengit mengenai wiwitan, kejawen, dll. Apakah bisa dimasukkan sebagai agama juga. Keputusan akhirnya tidak. Lalu di KTP bagaimana? Dikosongkan. Lha kosong itu bisa ditafsirkan macam-macam mulai dari agnostik, tak beragama, sampai atheis. Sebuah ranah pribadi tapi pemerintah menjadikannya ranah publik. Karena itu kemudian Gus Dur setuju dengan kampanye menghilangkan kolom agama di KTP. Dan pemikiran Gus Dur ini kemudian dikecam dari berbagai penjuru. Tapi itulah sang Guru Bangsa sedang menunjukkan kearifannya walau melawan opini banyak orang. 

PryadiSatriana

Dari syariat menuju hakikat. Taurat itu syariat. Berisi hukum-hukum. Berisi perintah. Yang 'ndhakmanut' akan di-'hukum'. Contoh hukum: orang berzinah akan dirajam. Ngeri. Menakutkan. Itu tujuan 'sanksi hukum', untuk menakut-nakuti, membuat 'ngeri', agar orang tidak 'melanggar hukum' (baca: 'berbuat dosa'). Dosa itu ada tingkatannya: 'dosa mata' (jelalatan dan/atau lirak-lirik, karena ada "yang bening", yang "enak" dipandang), 'dosa lidah' - ini yg sering saya langgar ('geblek', 'juancuk', dsb), dan dosa2 lain. Anda sudah tahu. Yesus menjelaskan: syariat saja tidak cukup! Yesus menjelaskan: dibalik larangan zinah ada yg hakiki: jangan menginginiyg bukan menjadi 'hak'! Memandang dg nafsu berahi pada perempuan yg bukan isteri sudah berzinah! Isteri itu cuma - dan harus - satu saja! Kenapa ada orang beristeri lebih dari satu? Yesus menyebut mereka 'tebal tengkuk' ('ndhak mau diatur', sak karepedewe), dilarang pun tetap akan melanggar! Dengan berbagai alasan: rasionalisasi! Rasio yg mestinya dipakai 'berpikir' justru dipakai 'membenarkan diri sendiri'! Kita punya nalar. Kita punya hati. Dengan nalar kita bisa menjalankan syariat. Dengan hati kita bisa memahami hakikat. Seluruh syariat "dirangkum" Yesus: 1. Kasihilah Allah, Tuhanmu, lebih daripada segala sesuatu dg segenap hati &jiwamu; 2. Kasihilahsesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Itulah hakikat dari seluruh pengajaran para nabi. Salam. Rahayu.

Impostor Among Us

Andaikan permusuhan antara ahli syariat dan ahli hakikat itu mau touring ilmu ala Musa dan Khidir, maka akan berakhir dengan damai dan saling mengerti. Musa pakar syariat. Khidir pakar hakikat. Tapi untuk hidup bermasyarakat, harusnya tetap menjadi Musa saja. Hidup disiplin dengan aturan. Katakan 'Tidak' pada pelanggar aturan. Masalah nanti itu benar atau salah, kita tunggu apa kata Sang Juri di Pengadilan Terakhir.

SaifudinRohmaqèŕqqqààt

Ilmu syariat, makrifat dan hakikat. Saya tidak begitu paham. Saya tidak begitu jelas. Tapi saya punya konsep mudah dalam berpikir tentang sesuatu. Yang masih saya ingat dari pelajaran dulu. Suatu metode atau cara hendaknya harus memenuhi 3 unsur yang sangat mudah. Apa itu 3 unsur? Yang pertama cara atau metode apapun harus mudah dijelaskan. Harus mudah dipahami oleh masyarakat luas. Sehingga semua akan mengerti dan paham. Yang kedua cara ataumetodeapapun harus bisa dijelaskan cara prakteknya, cara mempergunakan. Sehingga semua bisa paham. Bisa praktek dan bisa menjalankan dengan mudah. Yang ketiga adalah yang terpenting. Apa itu? Cara atau metode apapun harus bisa berguna dan bermanfaat. Sehingga semuanya bisa memperoleh manfaat dan kegunaan setelah menggunakan metode itu. Itulah tiga unsur yg harus dipenuhi dalam melihat suatu cara atau tehnikapapun. Itu yang masih saya ingat.

dabaikkuy

bukan cuma wayang hakikat yg ada dalangnya.... tapi tragedi kanjuruhan juga ada dalangnya.... masa gak ada dalang nya? adalah...lihat pergerakan di hari itu... kalau gak ada dalang gak mungkin

Budi Utomo

@DK. We agree to disagree. Hakikat agama menurut Siti Jenar ya compassion itu. Mengenai Tuhan apakah Satu atau Dwitunggal atau Tritunggaldsj itu adalah keyakinan agama ybs. Jadi definisi SATU pun bisa diperdebatkan. Karena itulah kita memakai istilah Esa bukan Eka. Ada nuansa berbeda antara Esa dan Eka. Kita juga memilih istilah Ketuhanan bukan Tuhan. Ini juga ada nuansa yang berbeda. Wkwkwk

Kang Sabarikhlas

Gegara dunia medsos yang booming di negeri kita mendadak banyak orang yang jadi dalang-dalangan. Awalnya meniru orang populer buat setingan, coba di toktik lalu kebablasan lupa batasan.. Dan kita turut andil, lihat saja kita jadi cari 'es dawet' bosan es mambo..ehanu Mas Sambo. juga di medsos masih trending LestiKejora hingga kisah Putrinya mas Dur menghilang sungkan. apakah semua ini kebetulan atau ada dalang....Wallahu'alam. anu..saya juga buat setinganmelas (ini asli lho) tapi..duh, ndak ada yang sudi.. ternyata buat setinganndak gampang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: