Cuaca Ekstrem, 10 Kecamatan di Tasik Dilanda Bencana, Mulai Tanah Longsor, Banjir hingga Pergerakan Tanah

Cuaca Ekstrem, 10 Kecamatan di Tasik Dilanda Bencana, Mulai Tanah Longsor, Banjir hingga Pergerakan Tanah

Warga bersama TNI, Polri, BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan elemen kebencanaan lainnya saat membersihkan material longsor Jalur Pamijahan Kecamatan Bantarkalong dengan Mekarlaksana Kecamatan Culamega, Jumat 23 September 2022. Foto; istimewa--

BACA JUGA: Profil Negara Curacao: Jumlah Penduduknya Kurang dari Setengahnya Total Laki-Laki di Kota Tasikmalaya

"Masyarakat berhati-hati, dan bisa melihat kondisi lingkungan, bila membahayakan, segera jauhi lokasi tersebut," imbau dia. 

Hujan deras melanda Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya menyebabkan terjadi bencana. 

Salah satu bencana di Kabupaten Tasikmalaya yaitu tanah longsor.  

Material longsor menutupi akses jalan desa penghubung Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong dengan Desa Mekarlaksana Kecamatan Culamega pada Longsor terjadi pada Kamis 22 September 2022.

BACA JUGA: Berselang Satu Menit Sebelum Aceh, Gempa 5.4 SR Guncang Wakatobi

Jalan yang menjadi penghubung Kecamatan Bantarkalong dengan Culamega itu tertutup material longsor dari bukit setinggi kurang lebih 45 meter. 

Meski tidak ada korban jiwa, namun kejadian itu sempat mengakibatkan terputusnya jalur transportasi warga yang hendak melewati jalur Bantarkalong-Culamega.

Ratusan masyarakat bersama aparat setempat, seperti Koramil, Polsek Bantarkalong dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan gotong-royong membersihkan material longsoran tanah. 

Meski dengan peralatan seadanya, warga tetap bersemangat agar akses transportasi mereka kembali tersambung dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. 

BACA JUGA: Aceh Diguncang Gempa Bumi 6,4 Magnitudo, BMKG Ingatkan Masyarakat Hindari Bangunan yang Retak

Kapolsek Bantarkalong Iptu Mugiono, mengatakan, masyarakat dengan dibantu jajaran TNI-Polri, BPBD, relawan, perangkat Desa Pamijahan dan Desa Mekarlaksana langsung melakukan gotong-royong pembersihan material longsor. 

Aksi ini agar akses transportasi warga kembali bisa lancar. 

Pembersihan material longsor juga menggunakan 3 unit mobil dan peralatan BPBD Kabupaten Tasikmalaya agar pembersihan pun bisa lebih cepat. 

"Proses pembersihan material longsor terus dilakukan. Tujuannya agar jalur ini segera bisa dilewati oleh masyarakat. Sebab jalan ini merupakan jalur utama transportasi warga dari kedua desa di wilayah perbatasan Kecamatan Bantarkalong dan Kecamatan Culamega," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: