Pendaftaran Bantuan Riset Indonesia Bangkit Dibuka Pertengahan Oktober 2025

Pendaftaran Bantuan Riset Indonesia Bangkit Dibuka Pertengahan Oktober 2025

Pendaftaran Bantuan Riset Indonesia bangkit dibuka pertengahan Oktober 2025.-Kemenag-

Ruchman mendorong para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) agar memanfaatkan peluang ini. Dia berharap dana riset tersebut mampu melahirkan karya penelitian yang produktif, bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat.

Dia menekankan pentingnya riset yang berdampak, karena hasil penelitian seharusnya mampu menjawab berbagai persoalan bangsa dan masyarakat.

Syarat untuk Periset Utama

Ruchman juga menjelaskan kriteria bagi periset utama dalam program MoRA The Air Fund. Beberapa di antaranya:

BACA JUGA: Macan Tutul Depan Kamar Hotel Bandung, Tiga Ekor di Kebun Sawit

BACA JUGA: Trik Beli Barang Lelang di Pegadaian, Begini Caranya!

1. Warga Negara Indonesia.

2. Berasal dari PTK atau Fakultas Agama Islam pada PTU di bawah binaan Kemenag.

3. Memiliki rekam jejak akademik baik.

4. Berpendidikan Doktor (S3) dengan jabatan minimal Lektor.

5. Memiliki Sinta Score Overall minimal 100.

6. Diutamakan berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar QS World University Rankings.

7. Setiap periset utama atau anggota hanya boleh mengajukan satu proposal riset.

Sementara untuk dosen Ma’had Aly, terdapat syarat tambahan.

1. Dosen wajib memiliki minimal gelar Magister (S2).

2. Melampirkan SK Pengangkatan Dosen dari Mudir Ma’had Aly.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: