Haris Pertama Minta Benny Mamoto Diperiksa Terkait Pernyataannya Mengenai Tewasnya Brigadir J

Rabu 10-08-2022,21:07 WIB
Editor : Radi Nurcahya

JAKARTA RADARTASIK.COM -Mantan Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021, Harus Pertama meminta agar Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto diperiksa secara intern terkait dugaan keterlibatannya dalam menggiring opini publik yang tidak benar terkait tewasnya Brigadir J

Permintaan tersebut disampaikan Harus Pertama melalui akun twitternya @knpiharis pada Rabu, 10 Agustus 2022.

"Pernyataan KOMPOLNAS diawal terjadinya kasus terbunuhnya Brigadir J selalu di dominasi oleh pernyataan dari Benny Mamoto, namun belakangan ini bapak satu ini seolah menghilang. (Mohon) Kanda @mohmahfudmd, sebagai Ketua KOMPOLNAS bisa memeriksa Benny Mamoto terkait dugaan keterlibatannya," ujar Haris Pertama. 

BACA JUGA:Pengacara Habib Rizieq Minta Kapolri Proses Hukum Penyebar Hoaks Baku Tembak Bharada E dan Brigadir J

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengkritik Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto terkait pernyataannya diawal mencuatnya kasus kematian Brigadir J yang terkesan sudah berani menyimpulkan terjadi baku tembak antar sesama polisi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. 

“Saya lihat begitu, itu terjadi (kasus kematian Brigadir J), Pak Benny Mamoto kan menyampaikan itu (adanya baku tembak). Bahkan boleh dibilang pernyataan beliau itu menurut saya lebih maju dalam tanda kutip daripada Pak Brigjen Ramadhan Humas Polri (Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, red),” kata Arsul Sani ditemui di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu , 10 Agustus 2022.

BACA JUGA:Jual Senjata Serbu untuk Berburu kepada Anggota Organisasi Menembak, Seorang Oknum Anggota Polri Diamankan

Seperti diketahui diawal kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik, Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyatakan bahwa dirinya sudah mendengar keterangan langsung dari tim penyidik mengenai peristiwa yang menewaskan Brigadir J.

Menurut Benny, insiden itu terjadi dilatarbelakangi oleh pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Yang kemudian disusul terjadinya baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J. 

Nah, atas pernyataannya yang belakangan kembali viral itu, Arsul Sani menilai pernyataan Benny Mamoto sangat tidak tepat. Karena mendahulukan hasil penyidikan Polri.  

BACA JUGA:Ospek Untirta Jadi Trending Topic, Mahasiswa Baru Sampai Masuk IGD

“Saya juga menilai nggak pas, bagaimana pejabat Kompolnas baru mendapatkan informasi awal, penjelasan awal ini, belum di cross check, belum ada cross eksaminasi secara menyeluruh. Kok sudah menyimpulkan bahwa yang terjadi adalah tembak-menembak akibat ada pelecehan seksual,” tegas Arsul.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum PPP itu meminta Benny untuk lebih hati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik. Hal ini semata untuk menghindari informasi liar yang berkembang di masyarakat.

“Karena kalau kita bicara kepada media  pasti kita akan juga mendasarkan pada katakanlah keterangan sementara dari Polri. Padahal keterangan sementara itu masih divalidasi, masih divalidasi  dengan fakta-fakta dan alat bukti yang lain,” ujar Arsul.

BACA JUGA:Balita Ini Selamat dari Kecelakaan Mobil yang Tewaskan 8 Orang di Ciamis

Kategori :