Ciangir Meminta Nafas, Pemkot Tasikmalaya Memberi Wacana
Aksi mahasiswa dan aktivis lingkungan di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu 11 Juni 2025. istimewa for radartasik.com--
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Puluhan mahasiswa dan aktivis lingkungan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya serta Bale Kota.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap buruknya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Koordinator aksi, Muhammad Rafi Faza, menilai sistem pengelolaan sampah di TPA Ciangir masih bersifat konvensional, yakni dengan metode “angkut-pungut-buang” yang tidak ramah lingkungan.
Ia juga menyoroti ketiadaan instalasi pengolahan air lindi, sehingga limbah cair dari sampah dibuang langsung ke sungai tanpa proses filtrasi.
BACA JUGA:Hari ini dalam Sejarah: Dari Pidato Ronald Reagan hingga Pembukaan Piala Dunia 2014
“Masalah utama di TPA Ciangir adalah air lindi. Seharusnya disaring terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai, namun hingga kini belum ada sistem filtrasi yang dibangun. Masih sebatas rencana,” ujar Rafi saat audiensi dengan DPRD, Rabu 11 Juni 2025.
Ia juga menyebut bahwa pengelolaan TPA Ciangir bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Selain itu, dokumen izin lingkungan TPA masih mengacu pada UKL-UPL tahun 2012 yang belum diperbarui.
“Pengelolaan gas metana juga belum dilakukan secara layak. Padahal gas ini sangat berbahaya. Ini menunjukkan ketidaksungguhan dari pihak terkait,” tegasnya.
Rafi mempertanyakan legalitas dokumen lingkungan yang digunakan, karena menurutnya masih menggunakan dokumen lama dari tahun 2018.
Padahal, dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar sudah terjadi bertahun-tahun.
“Warga sekitar mengeluhkan bau menyengat, kematian ikan di sungai, hingga penyakit kulit. Tapi kenapa pemerintah baru bereaksi sekarang?” lanjutnya.
Para mahasiswa juga mengkritik kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya yang dinilai belum maksimal dalam menangani permasalahan sampah secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: