Kendalikan Harga Beras di Kota Tasikmalaya, Operasi Pasar Murah Dilakukan Sepekan Setelah Ramadan

Kendalikan Harga Beras di Kota Tasikmalaya, Operasi Pasar Murah Dilakukan Sepekan Setelah Ramadan

Kuli angkut sedang menurunkan beras Bantuan Pangan di Gudang Bulog Linggajaya Kota Tasikmalaya, Rabu 28 Februari 2024. rezza rizaldi / radartasik.com--

Kendalikan Harga Beras di Kota Tasikmalaya, Operasi Pasar Murah Dilakukan Sepekan Setelah Ramadan

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Harga beras di pasaran khususnya di wilayah Kota Tasikmalaya masih dijual tinggi berkisar Rp 18.000-Rp 19.000 per kilogramnya untuk yang kualitas premium.

Guna mengendalikan tingginya harga beras di pasaran, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalalui Dinas KUMKM Perindag akan melakukan berbagai langkah antisipasi.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas KUMKM Perindag, Apep Yosa. Kata dia, kaitan dengan harga beras yang masih tinggi pihaknya akan melakukan berbagai upaya.

BACA JUGA:Berikan Apresiasi, Menpora Berharap Disway Group Berkontribusi Dukung Program Kepemudaan

"Insya Allah pada tanggal 18 Maret 2024 sampai dengan 22 Maret 2024, artinya seminggu setelah Ramadan kita akan melaksanakan Operasi Pasar Murah di Pasar Cikurubuk," paparnya, Rabu 28 Februari 2024.

Selanjutnya, terang dia, saat akhir Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri, pihaknya juga akan kembali melakukan Operasi Pasar Murah di Pasar Cikurubuk.

"Kenapa dilakukan di titik sentral perdagangan? Karena titik kaitan pengendalian inflasi salah satu tolak ukurnya adalah di pusat perdagangan," terangnya.

Dia menambabkan, sambil menggulirkan program tersebut pihaknya akan terus memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok apa yang pada saat itu sedang tinggi-tingginya. 

BACA JUGA:Beras Murah Mulai Didistribusikan di Tasikmalaya, Stoknya Melimpah Masyarakat Jangan Panic Buying

"Sehingga keberkahan Ramadan itu akan lebih berjalan lancar. Kita akan terus pantau dampak atau efek dari Operasi Pasar Murah akan seperti apa," tambahnya.

Disinggung soal jenaikan harga beras yang terjadi saat ini, berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan karena belum masuk masa panen padi.

"Masa panen beras ini diperkirakan pada akhir Maret dan awal April. Sehingga stok barang khususnya beras premium itu berkurang," jelasnya.

Otomatis, kata Apep, dalam hukum pasar ketika stok berkurang permintaan tinggi maka itu akan mengalami kenaikan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: