Cuaca Buruk Pengaruhi Tangkapan Ikan, Nelayan Pangandaran Lakukan ini

Cuaca Buruk Pengaruhi Tangkapan Ikan, Nelayan Pangandaran Lakukan ini

Kapal nelayanan Pangandaran saat tak melaut. deni nurdiansyah / radartasik.com--

Cuaca Buruk Pengaruhi Tangkapan Ikan, Nelayan Pangandaran Lakukan ini

PANGANDARAN, RADARTASIK.COM - Hasil tangkapan ikan di Kabupaten Pangandaran kini mengalami penurunan sejak awal Januari lalu. Hal ini dipengaruhi cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Kadis Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Sarlan, sektor laut sangat dipengaruhi oleh angin barat yang bertiup cukup kencang.

"Ya tidak bisa dipungkiri bahwa cuaca sangat berpengaruh pada tangkapan," katanya kepada radar tasikmalaya, kemarin Rabu 24 Januari 2024.

BACA JUGA:Smart Projector Polytron Rilis Januari 2024, Pas Buat Streaming Nonton Babak 16 Besar Piala Asia 2023

Terang dia, turunnya tangkapan ikan berpengaruh juga pada rertibusi atau pendapatan daerah. "Jelas tidak ada retribusi, jika tangkapannya juga tidak ada," terangnya.

Menurutnya, rata-rata nelayan di Kabupaten Pangandaran bisa membaca kondisi cuaca sebelum berangkat melaut untuk menangkap ikan.

"Mereka biasanya menunggu, kalau cuaca sudah normal baru berangkat ke laut, karena sekarang cuaca kurang bagus, banyak yang tidak melaut," tambahnya.

Padahal, jelas dia, banyak sekali ikan jenis bawal yang bisa ditangkap dengan jumlah yang banyak.

BACA JUGA:Kapolres Banjar Minta Masyarakat Jaga Kondusifitas Selama Pemilu 2024, Hindari Terjadinya Konflik

"Dan harga ikan bawal ini cukup mahal di pasaran, bisa sampai Rp 200 ribu per kilogram," jelasnya.

Selain itu, saat ini sedang musim udang. Seperti udang dogol, udang tiger dan cerebung yang bisa ditangkap oleh nelayan di daerah pinggir pantai.

"Justru kalau udang tidak harus ke tengah laut, biasanya di daerah hutan bakau di pinggir pantai. Malahan harganya juga mahal," tukasnya.

Seorang nelayan, Kusmana (45) mengaku sudah beberapa hari libur tak melaut, karena cuaca yang buruk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: