Ini Hasil Autopsi Jenazah Anak Berkebutuhan Khusus di Tasikmalaya, Ada Luka Tidak Wajar

Ini Hasil Autopsi Jenazah Anak Berkebutuhan Khusus di Tasikmalaya, Ada Luka Tidak Wajar

Polres Tasikmalaya saat melakukan penggalian makam anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Singaparna, beberapa waktu lalu. ujang nandar / radartasik.disway.id--

BACA JUGA:Puluhan Mantan Narapidana Teroris se-Priangan Timur Siap Sukseskan Pemilu 2024 yang Aman dan Damai

"Anak ini meninggal setelah dirawat oleh orang tua kandungnya pada tanggal 12 Oktober 2023 lalu," bebernya.

Setelah anak tersebut meninggal dan dimakamkan muncul desas-desus kecurigaan di masyarakat bahwa anak tersebut meninggal dunia tidak wajar. 

"Ini harus segera kita jawab atas kecurigaan itu. Maka kita langsung melakukan autopsi dengan dokter forensik setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan," tambahnya.

Dalam kasus tersebut Satuan Reserse Kriminal sudah memeriksa 7 orang saksi. "Termasuk kedua orang tua korban juga telah kita mintai keterangannya," tambahnya.

BACA JUGA:Tyronne del Pino Gantikan Levy Madinda di Persib Setelah Madinda Resmi Kembali ke Johor Darul Ta’zim?

Ridwan menekankan kembali bahwa autopsi tersebut untuk pembuktikan yang mengedepankan secara ilmiah, yang nantinya bisa disimpulkan dalam gelar perkara dan membahas hasil penyelidikan. 

"Hasil penyelidikan manual dan hasil forensik ini akan disatukan dengan hasil penyelidikan manual," tegasnya.

Sementara itu orang tua angkat korban, Samsul Munajat menuturkan, anaknya tersebut sudah dia angkat sejak berusia 7 bulan dalam kandungan dan dirawatnya hingga berumur 10 tahun. 

"Anak ini saya rawat 10 tahun lebih, dan diserahkan kurang lebih 8 bulan ke orang tua kandungnya," tuturnya.

BACA JUGA:Mantapkan Gerak Dakwah, 10 PC Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Tasikmalaya Dikukuhkan

Ajat menyatakan, selama dirawat oleh dirinya dalam waktu 10 tahun lebih, kondisi korban baik-baik saja. Hanya saja anak tersebut berkebutuhan khusus. 

"Jadi anak ini kaku sebelah yang bagian kanan, sedangkan yang bagian kiri aktif. Cuma dia ini tidak bisa jalan, kalau dipapah sih bisa," katanya.

Ajat menjelaskan, kecurigaan kematian tidak wajar anak pungutnya itu dilihat dari kondisi fisik yang tidak lagi seperti sebelumnya saat masih dirawat dirinya.

"Sebelum diserahkan anak ini sehat, gemuk dan ceria. Namun saat sudah dirawat 3 - 4 bulan oleh orangtuanya menjadi kurus serta terdapat beberapa luka di tangan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: