Hadiah Puluhan Juta, Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna oleh Bapelitbangda Kota Tasik Gali Potensi Kreativitas

Hadiah Puluhan Juta, Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna oleh Bapelitbangda Kota Tasik Gali Potensi Kreativitas

Suasana rapat panitia Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat Kota Tasikmalaya, belum lama ini.-Istimewa-radartasik.disway.id

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah atau Bapelitbangda Kota Tasik gali potensi kreativitas inovasi teknologi. Kegiatan ini merupakan pemberdayaan masyarakat melalui Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG). 

Lomba ini dengan total hadiah Rp30 juta ini telah dibuka sejak 13 Februari 2023 dan akan ditutup pada 25 Februarj 2023.

"Kita melakukan lomba ini dilaksanakan intinya untuk memberdayakan masyarakat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Tatang Supriatna, Rabu 22 Februaru 2023.

"Terutama lomba TTG ini untuk menggali potensi kreativitas dan inovasi dari masyarakat berkaitan penggunaan teknologi tepat guna," sambungnya.

BACA JUGA:Kapolres Tasikmalaya Turun Langsung Atur Lalin, Jalan Berlubang Dicor Sendiri

Terang dia, peserta lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna adalah masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar. Ini untuk meningkatkan kualitas SDM dan produktivitas.

"Masyarakat itu sebagai pengguna teknologi tepat guna. Nah dari lomba ini diharapkan muncul inovasi-inovasi teknologi sederhana yang biasa untuk membantu pekerjaan atau aktivitas masyarakat sehari-hari," terangnya.

Jadi, menurut dia, bukan teknologi tingkat tinggi yang harus canggih. Tapi teknologi yang sederhana dan bisa diterapkan dalam lingkungan sehari-hari. 

"Bisa bentuknya teknologi aplikasi ataupun dalam perkakas peralatan. Misalkan seperti tahun lalu ada alat deteksi longsor yang lahir dari anak-anak SMK seperti tahun lalu," tambahnya.

BACA JUGA:Kebakaran di Perum Situ Gede Tasik, Ibu dan Anak Alami Luka Bakar Diduga dari Tabung Gas yang Bocor

Atau, jelas dia, teknologi tepat guna pemanfaatan di bidang pertanian yaitu bertani di lahan sempit. Jadi memberdayakan kemampuan masyarakat terutama para kreator dan inovator yang sering kali memunculkan alat-alat seperti itu.

"Kemudian dari sisi biaya pembuatan teknologi ini tak terlalu besar tapi mempunyai nilai ekonomis. Artinya alat tersebut bisa direplikasi masyarakat lainnya. Seperti ditiru," jelasnya.

Hingga kini, tukas dia, sudah ada 3 peserta (pengusul) yang daftar. Jika sampai hari H penutupan kurang dari 10 pengusul, pihaknya akan melakukan perpanjangan waktu masa lomba.

"Sasarannya masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar. Nanti yang sudah daftar kita lakukan verifikasi awal dokumen usulan. Lalu pengusul melakukan persentasi atau demo dihadapan para juri," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: