Ancang-Ancang 4 Jenis Harga BBM Turun, Mulai Januari 2023 Aturan Baru 3 Jenis BBM Dilarang Dijual, Cek di Sini

Ancang-Ancang 4 Jenis Harga BBM Turun, Mulai Januari 2023 Aturan Baru 3 Jenis BBM Dilarang Dijual, Cek di Sini

Ilustrasi. Pemerintah melakukan kajian review penurunan harga BBM Pertamina dan berdasarkan aturan baru mulai Januari 2023 3 jenis BBM dilarang dijual di Indonesia. Foto: Pertamina--

Di tengah harga BBM naik, pemerintah menghadirkan bahan bakar baru pengganti Pertalite. Namanya CNG.

Kualitas CNG setara Pertamax Turbo RON 98. Namun harga bakar baru hanya Rp 3 ribuan.   

Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghadirkan CNG sebagai bahan bakar baru pengganti Pertalite karena memiliki rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Pertamina telah melakukan berbagai pengujian CNG, baik untuk sepeda motor, mobil hingga perahu nelayan.

Harus diketahui bahwa CNG mirip dengan LGV yang telah terlebih dahulu digunakan, dengan kualitas yang sama, namun CNG mempunyai tekanan yang jauh lebih tinggi dari LGV.

Nah, kualitas pembakaran LGV setara dengan RON 98 dan ramah lingkungan, namun mempunyai tekanannya berkisar antara 8-12 bar sedangkan CNG mempunyai tekanan mencapai 200 bar.

Jadi, penggunaan kualitas CNG setara Pertamax Turbo RON 98 tersebut membutuhkan penanganan yang lebih baik agar memiiliki keamanan yang dalam pengaplikasiannya di kendaraan.

Bagaimana dengan keamanan bahan bakar baru pengganti Pertalite itu? Pertamina telah menyiapkan tangki CNG setara Pertamax Turbo RON 98 yang terbuat dari baja.

Dalam pengaplikasian CNG setara Pertamax Turbo RON 98 untuk sepeda motor, Pertamina akan menggunakan tabung CNG 14 x 53 cm sehingga dapat di tempatkan dengan mudah di sepeda motor tanpa mengurangi kenyamanan dalam berkendara.

Sebagai informasi, bahan bakar baru pengganti Pertalite itu merupakan bahan bakar gas yang dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam ini telah digunakan oleh beberapa negara.

Sedangkan di Indonesia penggunaan bahan bakar baru pengganti Pertalite itu telah diaplikasikan untuk antara lain di bus Transjakarta. 

M Haryo Yunianto, Direktur Utama PGN (Perusahaan Gas Negara) jika penggunaan CNG sebagai pengganti bensin lebih irit 55 persen dibanding dengan Pertalite.

Tak hanya itu, dalam pengaplikasian CNG tidak perlu melakukan perubahan yang signifikan terhadap sistim bahan bakar pada kendaraan.

Dengan kualitas oktan yang mencapai 98 atau setara dengan Pertamax Turbo, tentunya akan meningkatan peforma dari kendaraan serta dengan emisi gas buang yang lebih rendah dari Pertalite.

“Selain harga lebih murah, CNG juga memiliki performa lebih baik dari Pertalite karena dari bahan baku metana yang bersih dan beroktan tinggi,” terang M Haryo Yunianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radarkaur.disway.id