Banyak Usia Produktif di Kota Tasikmalaya Terserang HIV AIDS, 1 Desember Peringatan Hari HIV AIDS Sedunia

Banyak Usia Produktif di Kota Tasikmalaya Terserang HIV AIDS, 1 Desember Peringatan Hari HIV AIDS Sedunia

Ilustrasi stop HIV/AIDS. Sumber: promkes.kemkes.go.id--

KOTA TASIK, RADARTASIK.COM - 1 Desember diperingatan sebagai Hari HIV AIDS Sedunia. Di Kota Tasikmalaya temuan kasus baru yang tinggi pengidap penyakit ini berada di usia produktif yaitu di usia 21 hingga 40 tahun dengan jumlah yang relative tinggi dengan jumlah kasus 38 orang di usia 21 – 30 tahun dan di usia 31 – 40 tahun ditemukan 31 kasus.

Fenomena ini perlu kiranya diungkap secara detail dan ilmiah yang menjadi penyebab utama kasus HIV AIDS menjadi jumlah tertinggi di golongan usia tersebut, harapannya untuk mengungkap penyebab utama dari sebaran kasus, serta lebih jauhnya kondisi psikologis, sosial dan budaya yang mengakibatkan kondisi terbaru menyebar lebih jauh dan lebih banyak di Kota Tasikmalaya.  

Sebagai gambaran nyata dari Hari HIV AIDS seduni yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Peringatan Hari HIV AIDS Sedunia tahun ini, Kota Tasikmalaya disuguhi data yang sangat mengkhawatirkan. Tim penanggulangan HIV AIDS Kota Tasikmalaya memberikan informasi tentang perkembangan mereka yang terpapar oleh penyakit tersebut, dengan kecenderungan bertambah yaitu dikisaran 121 orang sampai dengan bulan Oktober  Tahun 2022. 

Jumlah kasus tersebut melebihi kasus tertinggi Kota Tasikmalaya yang terjadi pada tahun 2019 sebanyak 107 kasus yang terjadi, tentunya menjadi pertanyaan besar apa yang sedang terjadi di Kota Tasikmalaya. Kondisi kasus di atas harus menjadi perhatian serius dari berbagai pihak guna pencegahan penyebaran penyakit ini dan sekaligus menangani kondisi tersebut.

BACA JUGA:Lowongan Kerja Banyak Tidak Terserap, Disnaker Kota Tasik Lakukan Komitmen Bersama Turunkan Angka Pengangguran

Data yang disajikan cukup menjadi miris dengan jumlah pengidap HIV AIDS secara kumulatif yang berjumlah 1.023 orang secara total dengan beragam kondisi status individu dan usia pengidap penyakit berbahaya ini. Sekaligus menjadi perhatian penting secara sosial peningkatan kasus penyakit HIV yang terjadi di kalangan masyarakat.

Beragam bentuk penyebab terus naiknya angka pengidap penyakit ini yang sulit untuk terungkap dengan alasan ketertutupan dari penderitanya jika ditelusuri perilaku yang selama ini dilakukan, sehingga menjadi penyebab lebih sulitnya penanggulangan HIV AIDS karena tidak mencapai sasaran yang dituju sebagai awal untuk pencegahannya.

Informasi yang dibangun selama ini untuk dapat mengetahui kondisi terbaru tentang pengidap HIV AIDS melalui beberapa lembaga pemerintah maupun swasta menjadi fokus utama dalam berbagai pertemuan, mengingat sulitnya mereka yang terpapar untuk mencatatkannya pada lembaga yang telah dibentuk.

Dengan keuletan dan kegigihan anggota yang perduli tentang HIV AIDS, trend pengidap dan laporan yang bisa dilakukan untuk dapat menggambarkan kondisi real perkembangan HIV AIDS di Kota Tasikmalaya dapat terpenuhi dengan beragam keterbasan.

BACA JUGA:UMK Kota Bekasi 2023 Tembus Rp 5 Juta, Apindo Kukuh Tunggu Putusan MK soal Permenaker No 18 Tahun 2022

Jika dianalisis lebih dalam kasus yang terjadi pada taun 2022 ini berdasarkan factor resiko yang ditemukan berada di kasus LSL sebanyak 67 kasus, hal tersebut juga harus menjadi perhatian lebih dengan tingkat perkembangan di kelompok ini.

Berbagai pihak seharusnya diharapkan menangani masalah tersebut dari berbagai bidang kajian, lembaga dan sumber keilmuan termasuk penanganan yang harus dilakukan kepada mereka yang mengalami atau terpapar penyakit ini untuk setidaknya dapat mencegah sebaran kasus yang lebih besar terjadi.

Kewaspadaan pada peningkatan kasus dan perubahan penularan HIV dapat meningkatkan level epidemic karena aktivitas seksual yang merupakan pola penularan utama, perilaku kelainan seksual dan beresiko cenderung meningkat dan sulit terprediksi.

Sehingga pengungkapannya kasus sulit teridentifikasi ditambah dengan penjangkauan dan pendampingan untuk kesinambungan pengobatan merupakan upaya yang harus dilakukan dengan pekerjaan yang sangat rumit mengingat mereka yang terjangkit sangat dirahasiakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: