Hansi Flick: Bukan Karena Dukung Kaum Pelangi, Jerman kalah dari Jepang

Hansi Flick: Bukan Karena Dukung Kaum Pelangi, Jerman kalah dari Jepang

Pemain Jepang merayakan kemenangan bersejarah atas Jerman -Tangkapan Layar Twitter FIFA World Cup-

RADARTASIK.COM - Hansi Flick mengatakan bukan karena dukung kaum pelangi, Jerman kalah dari Jepang di pertandingan pembuka Piala DUnia Qatar 2022 Grup E.

Menghadapi Jepang, Jerman terlihat lebih fokus mereka pada kampanye tentang OneLove sebagai bentuk dukungan terhadap kaum pelangi.

Kapten Die Mannschaft, Manuel Neuer yang sebelumnya ‘keukeuh’ tidak jadi mengenakan ban kapten OneLove, yang mempromosikan "penyertaan dan mengirim pesan melawan diskriminasi dalam bentuk apa pun".

Neuer gagal memakai ban kapten setelah diancam dengan sanksi kartu kuning oleh FIFA.

BACA JUGA:Thomas Muller: Jerman Pantas Menerima Kekalahan Konyol dari Jepang

Sebaliknya, para pemain Jerman berbaris untuk foto tim sebelum pertandingan mereka dengan tangan menutupi mulut, menyebut FIFA "menolak suara kami".

Sebagian besar perhatian seputar pertandingan tertuju pada hal ini, saat pelatih Jerman ditanya apakah protes mereka berkontribusi pada tampilan di bawah standar, Hansi Flick membantahnya.

"Tidak. Kami tidak mencari alasan. Itu akan terlalu mudah,” ungkapnya.

"Saya mengatakannya sebelum pertandingan, Jepang memiliki tim yang kuat, pemain hebat dengan teknik bagus, taktik bagus. Mereka terlatih dengan baik dan mereka menunjukkan kekuatan mereka hari ini. Mereka bermain sangat efisien,” kata Hansi Flick.

BACA JUGA:Ikuti Jejak Arab Saudi, Jepang Kalahkan Jerman 2-1, Bikin Bangga Asia

"Saya ingin melihat itu dari tim saya, tapi kami tidak bisa membuat alasan. Kami membuat terlalu banyak kesalahan," akunya.

Kesalahan ini adalah "kesalahan yang tidak boleh kami lakukan di Piala Dunia", tambah Flick, menyoroti gol kedua akibat kecerobohan lini belakang Jerman.

Jerman tentu tidak boleh terganggu saat mereka menuju pertandingan kedua mereka melawan Spanyol, Hansi Flick berjanji  akan menampilkan permainan yang berbeda.

“Spanyol adalah tim yang berbeda, bukan Jepang, dan kami akan memiliki rencana permainan yang berbeda,” ucapnya.

Sumber: berbagai sumber