Literasi Baca Tulis sebagai Modal Kecakapan di Abad 21

Literasi Baca Tulis sebagai Modal Kecakapan di Abad 21

Ema Astri Muliasari, Mahasiswi S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.-Foto:dokradartasik.diswa.id/dokema-

Ketiga, masyarakat sebagai lingkungan terluas dalam membudayakan literasi. Apabila di sekolah anak telah diajarkan untuk senantiasa gemar membaca, tetapi di dalam lingkungan keluarga tidak pernah dibiasakan dengan budaya membaca bahkan dalam kehidupan masyarakat tidak ada ruang  atau fasilitas membaca, maka dalam mewujudkan generasi literat itu tidak akan berhasil.

Munculnya berbagai Taman Bacaan Masyarakat dan Kampung Membaca merupakan salah satu upaya masyarakat dalam keikutsertaanya untuk meningkatkan minat baca (literat).

Membudayakan literasi sejak dini akan lebih efektif apabila adanya sinergi antara pendidikan sekolah dan masyarakat. Budaya literasi merupakan prasyarat yang sangat penting dan mendasar yang harus dimiliki oleh setiap warga negara apabila ingin maju.

Gerakan literasi yang berangkat dari sosiokultural terkecil akan mensyaratkan keterlibatan langsung para pelakunya, sehingga suasana maupun hasilnya mampu membangkitkan kesadaran, membentuk pribadi yang lebih kuat, dan lebih tepat sasaran. Sehingga harapan untuk mewujudkan generasi literat dapat terwujud dan bangsa kita bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di dunia terutama sebagai persiapan menghadapi Abad ke-21.

Penulis : Ema Astri Muliasari, Mahasiswi S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: