Penyandang Disabilitas di Garut Dilatih Wirausaha Daur Ulang Kertas

Penyandang Disabilitas di Garut Dilatih Wirausaha Daur Ulang Kertas

PELATIHAN. Penyandang disabilitas mengikuti pelatihan wirausaha mandiri di Aula Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Garut.-DISKOMINFO GARUT for Radar Tasikmalaya-

GARUT, RADARTASIK.COM – Sebanyak 20 orang penyandang disabilitas mengikuti pelatihan wirausaha mandiri di Aula Perhimpunan Penyandang disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul. 

Pelatihan digagas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Garut bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Increase dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

Kegiatan difokuskan dalam pelatihan daur ulang kertas limbah yang bisa dijadikan sebuah produk bernilai tinggi dan ramah lingkungan. 

“Pelatihannya tadi ya daur ulang kertas, jadi memanfaatkan limbah (kertas) dijadikan produk, seperti tempat tisu, terus ada juga kaya (kotak) pensil. Jadi kan dari bahan-bahan yang sudah tidak terpakai, nanti jadi produk baru yang bermanfaat lagi, terus ramah lingkungan juga,” kata Yesi Endah Sundasari, Ketua DPC HWDI Kabupaten Garut.

BACA JUGA:Mayat Ditemukan Lagi di Sawah di Tasik, Kali Ini Pria Sepuh, Sebagian Kepalanya Tertutup Lumpur

Pelatihan bertujuan memberikan keterampilan mengolah limbah kertas, khususnya bagi disabilitas di Kabupaten Garut. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari yang dimulai sejak 6 September hingga 10 September. 

Pesertanya melibatkan laki-laki dan wanita, karena diharapkan bisa terjalin kebersamaan dalam pembuatan produk. 

Nantinya, jika limbah-limbah tersebut sudah menjadi produk maka akan memiliki nilai jual, sehingga bisa lebih mandiri dalam hal ekonomi.

Sub Koordinator (Subkor) Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas dari Dinas Sosial (Dinsos) Garut Cucu Sumiati menuturkan, acara tersebut merupakan wujud kepedulian HWDI dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, dan juga untuk mengasah kreativitas, khususnya para peserta pelatihan. 

BACA JUGA:Dituding Telah Lakukan Pelecehan Seksual, Tapi Anehnya Putri Candrawathi Justru Mencari Keberadaan Brigadir J

“Ini merupakan sebuah wujud kepedulian dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih. Selain itu juga menggunakan dari limbah, contohnya bahan plastik yang dapat memberikan nilai tambah untuk mengasah kreativitas masyarakat, khususnya masyarakat disabilitas yang mengikuti pelatihan keterampilan ini,” tuturnya.

Veny Octariviani, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN VIII menyambut baik ajakan kerja sama dari DPC HWDI Kabupaten Garut. 

“Tujuan PTPN VIII memberikan pelatihan ini adalah untuk mengajak para penyandang disabilitas menjadi mandiri sesuai dengan kapasitasnya, sebagai bekal untuk hidup yang lebih baik dan tidak bergantung pada orang lain,” ungkap Veny.

Pihaknya hanya memberi bantuan stimulan, agar ilmu dalam mengolah sampah dapat terus digunakan sebagai modal awal meningkatkan perekonomian keluarganya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: