BPOM juga menjelaskan toksin cereulide merupakan senyawa berbahaya yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus.
Toksin ini bersifat tahan panas sehingga tidak dapat dinonaktifkan melalui penyeduhan air panas maupun proses pemasakan biasa.
Paparan toksin cereulide dapat menimbulkan gejala dalam waktu relatif singkat, umumnya antara 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi.
Gejala yang mungkin muncul meliputi muntah hebat atau berkepanjangan, diare, serta kondisi tubuh yang tampak lemas secara tidak biasa.
BACA JUGA: Segini Cicilan Pinjaman KUR BRI 2026 Plafon Rp 10 Juta, Lengkap Syarat Pengajuan Modal Usaha
BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghentikan penggunaan.
Konsumen diminta mengembalikan produk ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.
Di sisi lain, BPOM menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan produk Nestle lainnya. Termasuk di dalamnya produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang telah diumumkan.
BPOM memastikan akan terus melakukan pengawasan sebelum dan sesudah produk beredar di pasaran.
BACA JUGA: Makin Sporty dan Maskulin, Yamaha Luncurkan Varian Warna Baru Skutik Premium XMAX Connected 2026
Koordinasi dengan otoritas pengawas pangan nasional maupun internasional juga terus diperkuat guna menjamin keamanan, mutu, dan gizi produk pangan.