Refleksi Hari Guru Nasional: Menjaga Cahaya Ilmu, Meneguhkan Izzah Guru

Selasa 25-11-2025,14:00 WIB
Editor : Rezza Rizaldi

(HR. al-Baihaqi)

Guru berusaha menyempurnakan amanahnya, tetapi negara dan masyarakat pun harus hadir menyempurnakan hak-hak guru.

Harapan Membangun Pendidikan yang Berkeadilan dan Berkeadaban

BACA JUGA:Peluang Baru untuk Disabilitas Kota Tasikmalaya, Wahyu Membuktikan Diri di Kedai Kopi

Agar pendidikan kembali kepada ruhnya, beberapa langkah besar perlu menjadi komitmen bersama:

a. Menguatkan kesejahteraan dan kepastian kerja guru. 

Islam mengajarkan bahwa mereka yang bekerja untuk kemaslahatan umat wajib dihormati dan dicukupi haknya. 

Tidak boleh ada guru yang hidup dalam kekurangan.

BACA JUGA:Andin Muhibin Mencuat Jadi Kandidat Kuat di Musda KNPI Tasikmalaya 2025

b. Meringankan beban administratif. 

Amanah utama guru adalah ta’lim dan ta'dib (mengajar dan mendidik), bukan tadbir ad-darajat (mengurus berkas). Administrasi harus mendukung, bukan menghambat.

c. Pemerataan peningkatan kompetensi. 

Pelatihan harus sampai ke sekolah-sekolah yang jauh, bukan hanya ke kota besar. 

BACA JUGA:Longsor di Tanjungjaya Tasikmalaya Sebabkan Satu Rumah Warga Rusak Berat, Hujan Deras Jadi Pemicu

Pendampingan, komunitas belajar, dan coaching adalah bagian dari talaqqi modern, proses belajar dari ahli ke ahli.

d. Penguatan karakter dan spiritualitas pendidikan. 

Kategori :